Rabu, 29 November 2017

Sepuluh hukum Tuhan cuplikan dr. group WA API Nusantara

Dari buku 60 tahun berjuang memberitakan Injil bagi Dunia

Pdt. Dr. Stephen Tong yang kami kenal
Ahok menuliskan tentang Stephen Tong dari Mako Brimob 23-10-2017 selamat membaca semoga bermanfaat ✍🏼✍🏼✍🏼✝✝
Pdt. Dr  Stephen Tong : merdeka 100% ( merdeka yang sesungguhnya)

Oleh Basuki Tjahaja Purnama

"Engkau harus mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." (Yohanes 8:12)

Saya lupa kapan saya pertama kali mendengar khotbah pak Tong, tetapi yang pasti saya selalu mendengar khotbah beliau di SPIK (seminar pembinaan iman Kristen) yang dulunya setiap tahun diadakan di sejumlah gedung pertemuan, mulai dari Gedung Granada di Semanggi, Manggala Wanabakti, gedung Kementerian kehutanan, hingga balai Sidang Senayan di Jakarta.
Setiap tahun saya rutin mengikuti SPIK sampai tahun 1997, begitu kembali dari bulan madu (saya menikah pada September 1997), kami dari bandara langsung pergi mengikuti SPIK, dan apa yang terjadi adalah ngantuk yang luar biasa karena jetlag. Tentu kami takut untuk tertidur karena khawatir ditegur Pak Tong.
Yang menarik adalah, kalau saya tidak salah ingat ingat, saat itu Pak Tong meminta Bapak J.E Sahetapy untuk memberikan kesaksian.
Beliau adalah seorang ahli hukum dan tokoh Kristen yang sangat berintegritas, yang kemudian menjadi anggota DPR RI dari fraksi Pdip.
Salah satu hal yang ia sampaikan adalah mengapa orang Tionghoa selalu hanya dijadikan wakil dan bendahara dalam organisasi, padahal kemampuan mereka layak untuk menjadi ketua, atau bahkan ketua umum. Lalu ia berkata jikalau
Pak Tong masuk ke politik dan pemerintahan, akan menjadi seorang pejabat yang hebat.
Saat itu terlintas dalam pikiran saya akan hal ini, saya berharap suatu hari saya akan dipanggil pak Tong naik ke atas mimbar untuk memberi kesaksian tentang politik dan pemerintahan, bukan dipanggil naik untuk dimarahin.
Saya merasakan betapa pengajaran dan pemahaman Pak Tong begitu luar biasa, dan dia selalu menyebut Calvin, Calvinis atau reformed. Lalu saya berpikir untuk bergabung ke dalam gereja Pak Tong, tetapi seperti biasa, Pak Tong selalu berkata, "Kalian sudah mengikuti seminar, sekarang silahkan kembali ke gereja kalian masing-masing."

Saya mulai ikut kelas-kelas pelatihan dan menjadi anggota toko buku Momentum, waktu itu masih berada di Jl. Tanah Abang 3, Jakarta Pusat. Saya banyak dipengaruhi oleh khotbah-khotbah Pak Tong bukan hanya tentang firman Tuhan, tetapi juga tentang sejarah dunia dan bangsa-bangsa, sehingga membuat kita bisa mengerti dan melihat bahwa sejarah berada di dalam kuasa tangan Tuhan.
Buku Calvin di Ranah Publik yang di perkenalkan Pak Tong kepada saya, yang lalu saya beli di toko buku Momentum sangat memengaruhi saya dalam mendukung dan menjalankan sistem Jaminan Sosial Nasional yang ada di dalam UU No 40 tahun 2004, selama saya di Belitung Timur dan menjadi anggota DPRD, setiap malam saya menonton sesi kuliah Pak Tong melalui Vcd/Dvd, dan salah satu bahan kuliah yang saya beli cukup banyak untuk saya bagi-bagikan kepada beberapa orang adalah Filsafat Asia.
Dalam kuliah itu, saya paling ingat Pak Tong bercerita bahwa di zaman Tiongkok Kuno ada  raja yang hebat ketika terjadi suksesi, Ia menyerahkan takhtanya kepada orang yang paling pintar dan bijak, bukan kepada keturunannya. Dan mereka yang mau menjadi pejabat harus melalui ujian dari tingkat desa sampai ke tingkat tinggi di ibu kota (bahkan meja ujian dibuat dengan dinding depan, kiri dan kanan untuk menghindari nyontek)
Pak Tong juga bercerita tentang seorang rakyat biasa yang diangkat menjadi raja karena berhasil mengatasi banjir sungai kuning dengan sangat cerdas. Tetapi di kemudian hari atas desakan kehendak rakyat memaksa raja yang berjasa mengatasi banjir itu untuk menjadikan anaknya yang kurang pintar dan kurang bijak menjadi raja, dan setelah anaknya yang kurang pintar dan tidak bijak ini menjadi raja, semua orang pintar dan bijak dibunuhnya. Itulah demokrasi, jika rakyat memilih tetapi tidak mengerti memilih.
Masih banyak kisah-kisah kebijaksanaan Tionghoa lainnya yang Pak Tong ceritakan, termasuk cerita tentang Mao Zedong yang merasa sangat pintar karena tanpa memakai peluru bisa membunuh burung-burung hama yang merusak tanaman padi, caranya dengan suara dari alat-alat dapur menakut-nakuti burung-burung itu sampai semua burung itu terbang kecapean dan mati. Tetapi tetap saja mereka gagal panen, karena banyaknya hama dan ulat yang dengan bebasnya menyerang padi karena tidak ada burung pemangsa. Pak Tong selalu menyatakan bahwa tidak ada orang yang mampu melawan hikmat Tuhan, Pak Tong juga suka menantang bahwa tidak ada negara yang tidak dipengaruhi iman Kristen yang sanggup menciptakan sesuatu yang sangat berkualitas baik. Contohnya jam tangan yang terbaik itu dibuat di Jenewa, kota yang dipengaruhi oleh John Calvin.
Bandingkan dengan Perancis yang hanya bisa menciptakan fashion saja. Alasannya karena orang-orang Calvinis mengerti Kolose 3:23, "Apapun juga yang kamu perbuat, Perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."
Masih ada banyak cerita lain yang Pak Tong sampaikan, selain itu dia juga banyak bercerita tentang lukisan, arsitektur dan budaya, dan musik klasik yang bermutu.
Semua itu memengaruhi saya untuk mendengarkan lagu-lagu klasik dan berpikir kalau ke luar negeri saya akan mengunjungi museum dan art centre/gallery yang Pak Tong sebutkan itu.
Saya juga bersyukur Pak Tong mengajak saya untuk melihat koleksi lukisan dan karya seni lain di museum yang Ia dirikan di gereja GRRI Kemayoran, termasuk mengunjungi concert hall terbaik di Jakarta yang Pak Tong rancang sendiri. Pak Tong adalah seorang yang sangat lengkap. Saya  bersyukur kepada Tuhan boleh hidup sezaman dengan Pak Tong, dan bisa berbicara langsung dengan dia dan mendengar pengajaran dari mulut beliau.
Beliau adalah seorang yang sangat teguh mempertahankan prinsip-prinsip firman Tuhan, berani mengkritik ketidakadilan dan sangat rajin mengajarkan hikmat dan pengetahuan yang sangat berharga. Saya setuju dengan perkataan Pak Christianto Wibisono, setiap seminar Pak Tong seharusnya dihargai sekurang-kurangnya US$300 karena mutu dan pengetahuan dia yang lengkap. Sangat disayangkan jika kita tidak mau menerima dan memanfaatkan pengajaran beliau yang masih Tuhan beri kesehatan dan kesempatan untuk berkhotbah.
Ketika membaca buku-buku beliau, yang memang ditulis dari khotbah-khotbah beliau,rasanya seperti mendengarkan khotbah beliau secara langsung. Banyak orang bertanya kepada saya, "Siapa yang mempengaruhi kamu dalam berpikir secara Kristen?" Saya jawab, "Tuhan Yesus." Lalu mereka mengoreksi pertanyaannya, "Maksud kami, siapa orang yang paling memengaruhi kamu?"
Maka saya katakan, "Itu adalah Pak Tong." Hampir semua buku beliau sudah saya baca, termasuk kaset-kaset seri khotbahnya, terutama ketika saya lepas jabatan Bupati dan gagal jadi Gubernur Babel. Ketika itu tahun 2007-2008, saya sempat bekerja hingga ke Pemalang dan Tegal, Jawa Tengah, dan biasa naik mobil sekitar 8-10 jam dari Jakarta ke Pemalang waktu itu. Sepanjang perjalanan saya mendengarkan kaset khotbah Pak Tong.
Saya bersyukur sekarang setelah gagal menjadi Gubernur DKI untuk periode kedua, dan ditahan di Mako Brimob, saya dikasih buku yang bukan hanya dicetak secara cantik tetapi juga kuat jahitan hardcover-nya, Judulnya Sepuluh Hukum Allah. Saya sungguh bersyukur atas pemberian buku ini dari pimpinan Momentum sendiri, yang diajak oleh Pdt. Benyamin F. Intan untuk mengunjungi saya. Kalau kita mau menghubungkan pengaruh firman Tuhan dengan kemajuan sebuah negara, Pak Tong adalah pakarnya, dan kita bisa memperdebatkan semua yang ia sampaikan dan dia akan memberikan bukti-bukti dari sejarah dunia.
Bagi saya Pak Tong adalah seorang super jenius dan menjadi orang yang akan selalu saya dengarkan dan baca tulisan-tulisannya. Saya bukan mau mempromosikan buku Sepuluh Hukum Allah yang sedang saya baca, tetapi saya mau cerita sedikit agar saudara menjadi tertarik, atau tepatnya wajib ikut membaca buku ini. Saya suka pilihan kata yang disampaikan Pak Tong dalam setiap khotbah-khotbah beliau, dan tentunya juga dalam buku-buku yang mengambil dari khotbah-khotbah tersebut. Misalnya beliau menggunakan istilah "manusia dengan kepribadian dan karakter yang agung." Tujuan Allah memberikan Sepuluh Hukum Allah adalah untuk mendidik, melatih, dan setia menegakkan hidup kita menjadi manusia dengan kepribadian dan karakter yang agung.
Pak Tong suka membandingkan ajaran-ajaran para filsuf dengan ajaran Tuhan Yesus. Respons terhadap wahyu umum dan wahyu khusus jelas sangat berbeda. Misalnya Konfusius hanya mengatakan, "Berbakti pada orang tua adalah dasar moralitas bagi setiap orang."
Di dalam konsep kekristenan yang diajarkan oleh Pak Tong, firman Tuhan jelas sangat berbeda karena jauh lebih lengkap. Moral adalah kekuatan sebuah negara. Negara akan mempunyai masa depan yang baik jika anak-anak dari kecil sudah diajar untuk mengenal dan mengamalkan moral,yang tidak lain adalah perintah Tuhan ( Sepuluh Hukum Allah). Jadi jelas bahwa dasar moralitas adalah Tuhan, yang memberikan perintah kepada kita untuk "hormati ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu"
Pak Tong menolong saya belajar banyak tentang filsafat dunia dari khotbah-khotbah beliau, dan di dalam tahanan ini, saya punya waktu untuk lebih banyak belajar dan membaca. Saya sedang menyiapkan tentang buku kebijakan-kebijakan saya yang sangat dipengaruhi oleh teologi Calvinis yang diajarkan oleh Pak Tong. Saya suka mengutip dan mengingat kalimat-kalimat yang digunakan Pak Tong, agar dalam membuat kebijakan bisa sejalan dengan kebenaran firman Tuhan.
Ajaran-ajaran Konfusius juga sering saya sampaikan  kepada staf dan saat kampanye. Kebijakan Kartu Jakarta Pintar (atau istilahnya jaminan pendidikan) dipengaruhi oleh kuliah Filsafat Asia Pak Tong. Empat kata, "semua anak harus sekolah", didasarkan pada prinsip bahwa pendidikan tidak boleh ada pengotakan atau diskriminasi. Saya memperluas prinsip ini hingga mencakup hak kesehatan dan perumahan yang juga tidak boleh ada diskriminasi.
Kalau mau bawahnya lurus, harus pilih kepala yang lurus, ini prinsip yang disampaikan oleh Pak Tong. "Kalau kepalanya lurus maka bawahnya tidak berani tidak lurus."
Orang yang dikuasai oleh Roh Allah akan mengerjakan tugas mereka dengan teliti dan setia, juga dengan kebijaksanaan yang lebih tinggi daripada manusia biasa, ini adalah contoh yang Pak Tong selalu sampaikan. Sebelum kita dipakai Tuhan, pasti ada proses dan waktu pelatihan. Saya bersyukur atas pelatihan pada tahun 1991,ketika saya harus berada di Belitung untuk mengurus bisnis papa saya yang hampir bangkrut. Itulah pertama kali saya merasakan ada dialog dalam pikiran dengan semua firman Tuhan yang pernah kudengar, ada waktu untuk membaca firman Tuhan, menaikkan pujian lagu-lagu himne, dan kemudian saya melayani di umum, di gereja, bisnis dan politik, sampai masuk ke sini di tahun 2017. Sekarang saya sedang dilatih dan disiapkan untuk melayani fase kedua hidup saya.
Saya bersyukur di sini saya bukan hanya dilengkapi oleh Alkitab, tetapi juga setelah Alkitab, saya punya buku Sepuluh Hukum Allah yang ditulis oleh Pak Tong. Saya sungguh bersyukur atas bahan pelatihan/persiapan Tuhan sediakan bagi saya. Kerajaan Sorga, kerajaan Kasihilah yang akan bertahan selamanya, dan bukan kerajaan-kerajaan di dunia ini. Karena itu, manusia yang paling bahagia adalah manusia yang memiliki misi Allah, yang melayani dan menyelamatkan banyak jiwa. Bila kita memiliki panggilan di dunia politik, kita wajib mengerti kebijakan theology Calvin di ranah publik, bila kita mau belajar banyak soal budaya, musik, arsitektur, filsafat dan kebenaran firman Tuhan, dan theology Calvin, ya belajarlah sama Pak Tong, termasuk belajar untuk menjadi politisi dan pejabat yang benar. Banyak budaya dunia yang punah dan tinggal nama, dan Pak Tong menyampaikan bahwa, berdasarkan penelitian, itu terjadi karena runtuhnya moralitas. Tetapi mengapa Tiongkok bisa bertahan? Saya suka jawaban Pak Tong. Beliau mengatakan, "Di Tiongkok ada filsafat yang menekankan relasi antara manusia dan manusia dengan tuntutan moral yang tinggi sekali. Itu sebabnya Tuhan mengizinkan kebudayaan kebudayaan Tiongkok terus ada. Saya yakin di abad modern ini Tuhan akan memakai Tiongkok menjadi alat-Nya untuk menyaksikan tentang iman Kristen."
Pak Tong seperti seorang ahli tata negara jika berbicara tentang hukum, misalnya dia berkata," Negara bisa disebut negara, dan kerajaan disebut kerajaan, adalah jika hukum dan etika menjadi elemen utama dalam pembentukannya."
Saya yakin banyak orang yang mengaku dan bergelar ahli hukum dan ahli tata negara sendirinya tidak mengerti apa itu hukum dan etika. Pak Tong membuktikan dari sejarah dunia. Mengapa Inggris yang kecil bisa pernah memiliki kekuasaan yang begitu besar di dunia dan bahasanya dijadikan bahasa dunia? Karena waktu itu Inggris menjalankan hukum lebih mahir daripada negara lain.
Magna Carta ditemukan bukan oleh kebudayaan lain, tetapi terlebih dahulu ditemukan oleh orang Inggris berdasarkan pengertian Kitab Suci. Pak Tong menegaskan, "Kitab Suci harus menjadi jiwa dari seluruh kebudayaan dunia, dan jiwa demikianlah yang menjadikan manusia itu manusia, yaitu manusia yang dicipta menurut peta teladan Allah dan yang kepadanya Allah memberikan firman-Nya."
Cerita dan tulisan di atas saya sampaikan untuk menjelaskan bagaimana khotbah dan tulisan Pak Tong telah mengajar saya dan memengaruhi cara berpikir saya untuk dituntun oleh kebenaran firman Tuhan. Pak Tong melakukan ini melalui konsep tata negara, hukum, etika, budaya, arsitektur, dan sejarah dunia yang ia sampaikan di setiap khotbah dan seminarnya. Pak Tong juga menegaskan alasan mengapa negara yang berdasarkan firman Tuhan akan berlaku adil, karena di dalam kekristenan, keadilan merupakan sifat ilahi dan ajaran Alkitab yang mendasar. Pelayanan kita dasarnya adalah kasih dan keadilan. Menjadi pejabat pun konsepnya ialah melayani dengan motivasi kasih dan keadilan. Yang membuat aturan perundangan ialah untuk membebaskan rakyat dan mendidiknya mengerti kebenaran.
Saya akan beri contoh lagi tentang bagaimana Pak Tong begitu menguasai soal negara dan politik, sampai jenis arsitektur yang dipilih suatu negara pun Pak Tong mengerti. Contohnya, Amerika memilih arsitektur Gerika kuno karena mereka ingin menyatakan bahwa rakyat harus dihormati.
Demokrasi dimulai di Athena (nah, kita jadi belajar tentang sejarah demokrasi dari Pak Tong kan?), maka memilih arsitektur ini sebagi simbol. Ketika membaca buku Pak Tong atau mendengar khotbahnya saya merasa sangat beruntung, karena saat membaca satu buku beliau, ada banyak pengetahuan lain yang juga didapat. Dengan belajar dari Pak Tong, kita menjadi pintar kalau sedang jalan-jalan ke luar negeri dan melihat arsitektur gedung-gedung pemerintah di dunia.
Pak Tong selalu mengatakan, "Theologi Reformed bukan sembarang theologi. Theologi Reformed membuat manusia mengerti etika dengan benar, karena Theologi Reformed mengajak kita kembali kepada firman Tuhan yang menuntut manusia untuk mengenal Allah terlebih dahulu baru mengenal diri. Kita sedang hidup di hadapan Allah ( coram Deo) dan Allah sedang melihat kita sekarang ini."
Prinsip Theologi Reformed-lah yang mempengaruhi saya dalam berpolitik dan menjalankan panggilan saya sebagai politisi yang melayani publik/rakyat di jabatan publik, dan orang yang paling memengaruhi saya dan mengajar saya tentang Theologi Reformed secara konsisten adalah Pak Tong.
Selamat melayani terus Pak Tong, senantiasa bersukacita dan sehat serta panjang umur. Semua ajaran Pak Tong baik yang sudah dibukakan maupun yang sudah disimpan dalam bentuk digital akan menjadi bahan penting untuk generasi akan datang. Tuhan memberkati dan melindungi Pak Tong dan kita semua yang ingin nama Tuhan dimuliakan, dan banyak kaum papa dan yang miskin("the poor and the needy") mendapatkan kabar baik.

                         Salam BTP (Ahok)
                Mako Brimob, 23-10-2017

Selengkapnya....

Selasa, 14 November 2017

Mulai pudar ... Amanat agung

*Kita perlu Tahu ...???*

Dari Penelitian lembaga2 misi yang diungkap dalam world conference of evangelism, bhw:
1) saksi yehuwa; 98% pengikutnya terlibat aktif bersaksi door to door, mulai remaja hingga kakek-nenek.
2) mormon mewajibkan semua kaum mudanya untuk terjun keladang misi didunia ke-3 minimal 2 tahun, mereka sangat antusias bahkan banyak yang dengan biayai sendiri-self support, dan orang tua sangat bangga anaknya terjun ke ladang misi mormon.
Setelahnya mereka kemudian bekerja, menjadi pengusaha sukses dan jadi pendukung dana gerakan misi mormon; hampir 100% penduduk Utah-US adalah umat mormon.
3) sdr sepupu..., dapat lihat dari militansi pergerakannya disemua negara didunia.

*Ketiga-nya adalah siar agama berbasis umat/jemaat.*
*Bagaimana dengan kekristenan???*
Masih berbasis gerakan rohaniwan, sementara umatnya/jemaat masih 6D: datang, duduk, diam, dengar, doa dan dana (kolekte); belum tersentuh kewajiban (melaksanakan perintah-amanat Tuhan) dalam penginjilan, sedang para gembala dan pengerjanya terjebak persaingan antar denominasi sehingga kurang memperhatikan perkembangan agama2 lain didunia.

Penelitian lembaga misi ini menunjukkan terjadi penurunan prosentase (%) umat kristen didunia yang saat ini hanya 33% dari total penduduk dunia, padahal era dekade '80 an sempat di hampir 60%.
Semua karena gereja kurang terbeban dengan Amanat Agung - penginjilan.
Tak heran gereja Tuhan disebut "Sleep in the Light"; raksasa tidur yang harus dibangunkan kembali, sebelum semuanya terlambat.

Misi Keselamatan begitu penting, sehingga jadi prioritas utama Tuhan, IA rela mengorbankan Putra Tunggalnya untuk keselamatan dunia. 
Bapa hanya punya satu Anak/Putra tunggal dan Dia utus kedunia bukan jadi 'raja', tetapi dijadikan misionaris, mencari dan menyelamatkan yang hilang dan mendirikan Jemaat/Gereja Tuhan.
Jadi Gereja/jemaat ada karena misi (misi Putra tunggal Bapa), dan juga gereja ada untuk misi, karena gereja itu sendiri adalah misi ! 
_Reinhard Bonnke_ mengatakan, "gereja yang tidak mencari jiwa2 terhilang adalah gereja yang terhilang, orang kristen yang tidak berbeban mencari jiwa2 terhilang adalah orang kristen yang terhilang".

The mark of great church is not its seating capacity, but is sending capacity !
~Mike Stachura.
Tanda dari gereja besar bukanlah dari kapasitas tempat duduknya, namun dari kapasitas (berapa banyak) mengutus utusan injil-nya !
~Mike Stachura

Gereja sudah membuktikan iman besar-nya dalam membangun gedung ibadah dan berbagai aset mega-church spektakuler, besar-megah-mewah; tapi masih belum/lupa menunjukkan iman besar-nya dalam membangun kerajaan-Nya dengan melaksanakan Amanat-Agung.
Jim Eliott seorang evangelist yang mati martir dipedalaman Nikaragua, menyatakan bahwa "Pada akhirnya hanya ada 2 kelompok murid Tuhan Yesus;
*kelompok pertama* adalah ~*yang sibuk berteori, membahas, memperdebatkan, menelaah...*~ Amanat Agung...; sedangkan
*kelompok kedua* adalah *yang menjalankan dan menghidupi Amanat Agung itu !*

Mari renungkan dengan jujur..., ada diposisi kelompok mana kita berada !
Amanat Agung adalah amanat bagi semua orang percaya termasuk kita tak terkecuali !
"Kalau bisa pergilah keladang misi, kalau tak bisa pergi utuslah yang mau dan bisa pergi sebagai partner/penyandang dananya, kalau memang tidak ada tenaga dan dana, setidaknya masih bisa kontribusi dalam doa; sehingga dengan demikian setiap orang percaya semua terlibat melaksanakan Amanat Agung-Nya". ~. Jbu

Selengkapnya....

Sabtu, 11 November 2017

Catatan 2 ps Freddy S

🎯 *CATATAN (02) Ps. Freddy Situmorang ketika mengikuti Dallas Global Proclamation Academy (Dallas GPA) 2017*.
_(diselenggarakan oleh RREACH dan Dallas Theological Seminary, 3-24 Juni 2017 di Dallas Texas USA)_  :

*Prof. Ramesh Richard, Ph.D, Th.D :*

(Connection) Hubungan adalah kebutuhan dasar manusia, Teknologi hanya membantunya. - RR

*3 Tujuan Gpro untuk Pastoral Trainer :*
Connecting/ Menghubungkan.
Uniting/ Menyatukan.
Strengthtening/ Menguatkan.

*3 Area yang akan mendukung/ Membentuk Leadership para Gembala/ Pdt yang SEHAT  :*

1. *Preach Biblically* : Effective Preaching. Banyak gembala yang tidak siap khotbah di hari Minggu, Tidak tahu mau khotbah apa, kesulitan menentukan Thema, dan berbagai  tantangan lainnya. bayangkan naik pesawat terbang dengan Pilot yang tidak terlatih dengan baik, demikian juga saat ini ada banyak para Pdt yang tidak terlatih dengan baik untuk melakukan tugasnya dalam pelayanan Pastoral.

2. *Think Biblically* : Theological Discernment. Firman Tuhan bukanlah untuk menyampaikan apapun yang engkau inginkan melainkan apa yang Allah sampaikan.

3. *Live Biblically* : Biblical Spirituality. Karakter anda adalah Integritas anda. Musuh nomor 1 dalam kesibukan pelayanan adalah kehilangan waktu saat Teduh Pribadi.

*3 hal diatas ini akan memberikan Kontribusi bagi kepemimpinan anda, ini adalah Pondasi dasar, akan memberikan Pengaruh dan Membentuk Kepemimpinanmu*

*“GPro Academy” BUKANLAH*  : seminar Leadership, Konser Doa, Konser Pujian Penyembahan, Pertemuan Misi, ataupun pengembangan Cell Group, dll. tetapi ini adalah  _Akademi yang berfokus kepada 3 area yang spesifik diatas yaitu Preach Biblically-Think Biblically-Live Biblically_.

Anda terpilih bergabung dengan GPA, untuk berfungsi sebagai :
o *Central Connectors*  : Sebagai Jembatan/ Penghubung orang-orang & Lembaga-lembaga.
o *Boundary Spanners* : Denominational, Age, Cultural, National, Intellectual, Social, Color/Racial, Economic
o *Information Brokers :*  senang membagi Informasi dan mengolahnya sesuai konteks dinegara masing-masing tanpa kehilangan DNA materi GPRo.

*Apa perbedaan Teaching and Preaching ?*
Tidak ada perbedaan secara teknik antara Teaching and Preaching, tetapi secara fungsional ada sedikit perbedaan, yaitu :

Preaching : Motivation lebih banyak dibandingkan Instruction

Teaching : Instruction lebih banyak dibandingkan Motivation

*Tidak ada khotbah yang sempurna*,  tetapi ada khotbah yang baik dan tidak baik, *Anda harus mempersiapkan bahan Khotbah anda dengan baik dan matang*, Jemaat akan merasakan bila anda sungguh-sungguh telah mempersiapkan khotbah anda.

*2 Persiapan untuk Berkhotbah :*
*1. Mechanics*  : Fokus utama GPA adalah Konstruksi Mekanik untuk berkhotbah (Menyusun Khotbah secara Teknis melalui langkah-langkah yang diajarkan dikelas)

*2. Dynamics*  : Dasarnya secara Spiritual (Roh), mengenal Jesus secara Pribadi dan telah Lahir Baru, intim dalam saat teduh yang konsisten, dll. (tidak dibahas terlalu dalam di GPA)

*Target Gpro Academy*  agar setiap peserta Memiliki Metode Dasar untuk menyusun bahan Berkhotbah yang dapat diaplikasikan dan diajarkan kepada berbagai latar belakang Pendidikan, mulai dari pendidikan dasar hingga Pendidikan strata 3. *Anda bertanggung jawab untuk mempersiapkan Khotbah yang baik apapun latar belakang pendidikan saudara, Jemaat harus mendapatkan pengajaran yang Sehat dan Alkitabiah*.

*Scripture Sculpture : Alkitab dibuat oleh Allah, Sermon adalah apa yang kita buat dari Firman Allah yang Allah telah buat. Jangan Pernah berpikir bahwa saudara yang menulis Alkitab, walaupun saudara menerima Pewahyuan apapun, saudara tidak menulis Alkitab, tapi Allah*.

Saudara membuat Sermon dengan membuat “Sculpture” (ukiran) berdasarkan campuran beberapa sumber, yaitu : Hubungan Pribadi saudara dengan Allah, Talenta yang diberikan oleh Allah kepadamu,   pengalaman yang engkau miliki, Pendidikan yang pernah engkau tempuh. Jadi Alkitab adalah Allah yang membuatnya, tetapi Sermon engkau yang membuatnya sendiri berdasarkan apa yang telah Allah buat.

*Ada 2 macam Ekposisi : Ekposisi Topik (Topical Preaching) dan Ekposisi Tektual (Tekstual Preaching)*.

1. *Topical Preaching*  : Pilih Topik, Lalu Pilih Ayatnya. saudara harus bertobat bila melakukan ini, karena ini berarti anda dapat memilih suka-sukanya ayat sesuai keinginan saudara dan menempatkannya sesukanya.
2. *Textual Preaching*  : Bukan saudara yang memilih Topik tetapi Text ayat yang memilihkan Topik untuk saudara khotbahkan. Taatlah dan sampaikanlah apa yang dikatakan oleh Text.

Pada kenyataannya banyak orang menggunakan Topical Preaching karena lebih disukai dan lebih Populer untuk menjawab keperluan jemaat.

*Topical Preaching*  bagaikan Vitamin yang hanya berfungsi untuk menolong bagian tertentu dalam tubuh, tidak berguna secara menyeluruh. Dapat digunakan bila hanya benar-benar diperlukan untuk sementara saja.

*Textual Preaching*  bagaikan sesuatu yang menyehatkan tubuh secara menyeluruh, sangat Menyehatkan dan berguna bagi semua bagian Tubuh. Digunakan untuk kesehatan jemaat secara jangka panjang. Jemaat akan Bertumbuh dengan belajar Tunduk dan taat pada apa yang dikatakan Text.
Text Mengontrol topik yang akan engkau pilih. Engkau berdiri diatas Text.

*Bagaimana cara menyusun Khotbah Ekpository (Textual Preaching) ?*

ada Materi dan pelatihan Khusus yang telah diajarkan oleh Ramesh selama 3 Minggu kepada kami Alumni Dallas GPA 2017. kami diajarkan, dibimbing, dikoreksi, ditanya, diberikan tugas PR, beberapa kali latihan bahkan hingga 1 hari menjelang kelulusan masih harus mengumpulkan tugas, kemudian kami dinyatakan telah selesai dan diberikan sertifikat  oleh Ramesh pada acara kelulusan kami.

*kini kami dipercayakan untuk mengajarkan Metodanya ini kepada sebanyak mungkin Pdt/ gembala/ Pengkhotbah di negara masing-masing bahkan keseluruh dunia*.   Metoda ini memiliki 7 langkah besar yang hanya akan efektif disampaikan bila dilakukan dalam pelatihan secara langsung.

Silahkan Hubungi saya bila memerlukan Info mengenai hal ini.

_Tulisan saya ini masih bersambung (dengan topik dan materi lainnya secara garis besar saja)_

_*Bagi Pertumbuhan Gereja yang Sehat dan Kesatuan Tubuh Kristus diseluruh Dunia, Soli Deo Gloria !*_

_*Freddy Situmorang*_
_08129694314_

Selengkapnya....

Catatan I Ps.Freddy S

🎯 *CATATAN (01)

Ps. Freddy Situmorang 🇮🇩 ketika mengikuti Dallas Global Proclamation Academy (Dallas GPA) 2017*.
_(diselenggarakan oleh RREACH dan Dallas Theological Seminary, 3-24 Juni 2017 di Dallas Texas USA 🇺🇸)_  :

*Prof. Ramesh Richard, Ph.D, Th.D :*

*“Gospel is not good news if too late”*
“Injil bukanlah Kabar Baik bila terlambat disampaikan”
-- Ramesh Richard

Hingga saat ini ada 1200 STT yang sudah terakreditasi diseluruh dunia dengan standar yang berbeda-beda.

1. *World of People : 7,4 Milyar orang*. Peluang dan Kesempatan yang besar untuk dijangkau dengan Injil. Perlunya Strategi secara Global, dalam hal ini GPro sangat diperlukan.

2. *World of Christian : 2,3 Milyar orang Percaya*.
Ada pertambahan 50.000 orang Percaya baru/hari, artinya kita memerlukan 1000 Gembala/hari untuk mengimbangi pertumbuhan orang percaya baru tersebut agar mereka dapat digembalakan dengan Baik.

3. *World of Church : hingga tahun 2020 akan ada 4.000.000 Komunitas Orang Percaya baru dalam berbagai bentuk Besar dan kecil*.  Sebanyak 70% diantaranya akan dapat Gagal didalam tahun pertamanya karena berbagai faktor penyebab, untuk itu perlu dilatih dan diperlengkapi.

4. *World of Pastoral Leaders : 2,3 Juta pemimpin*.  hanya sebanyak 5% yang telah terlatih dengan baik, untuk itu diperlukan Pelatihan yang lebih baik kepada lebih banyak Gembala.

Ada 2 Jenis Pelatihan Pastoral, yaitu  : *Formal dan Non Formal*.

_Untuk Menjawab Kebutuhan tersebut diatas maka diadakanlah_  *Dallas Global Proclamation Academy*.

*”Dallas GPA”*  adalah bentuk perpaduan pelatihan *KECEPATAN TINGGI*  “Non Formal”  dengan memiliki *KUALITAS*  Pelatihan “Formal”, Bahkan merupakan  _yang terbaik diDunia_.

*4 Level Pelatihan Pastoral GPro :*

1. *Luxury = Dallas GPA*,  selama 21/22 Malam/hari. Hanya dilakukan di Dallas Texas USA.

2. *Premium = National GPA*,  selama 9/10 Malam/hari, akan dilaksanakan dinegara Masing-masing secara Nasional dengan jumlah peserta 35 orang/angkatan.

3. *Affordable = GPro Congress*.  (Misalnya Gpro Congress di Bangkok dan di Medan). Dilakukan secara Regional atau Nasional.

4. *Mass Market = Seminar & Pelatihan*.  (Misalnya yang dilakukan secara lokal/ Sinodal)

*Hasil yang ingin dicapai “GPro Commision” hingga tahun 2020 adalah = Menghubungkan, Menyatukan dan menguatkan sebanyak 100.000 para Gembala dan 20.000 Pelatih Gembala diseluruh Dunia.*

*“Tidak ada profesi apapun yang berhubungan dengan banyak orang secara terus menerus selain Gembala”* 
–  _Ramesh Richard_

“So much to be done by so few for so many with so little with such a short time”
-  _Ramesh Richard Dad's_

Selengkapnya....

Kekuatan Allah ada dlm kita

*Bayangkan Kekuatan Allah yang tak terbatas ada dalam hidupmu dan Langkahmu*.  _*Engkau akan dapat melakukan apa saja sesuai kehendakNya, jauh melebihi dari segala apa yang pernah engkau bayangkan sebelumnya,  tidak ada yang mustahil bagi Allah*_.

Segala kuasa disurga dan dibumi telah diberikan oleh Allah Bapa kepada Yesus Kristus,  lalu Yesus Kristus memberikan perintah Agung (Amanat Agung)  bagi seluruh murid-muridNya dan Yesus berjanji bahwa IA akan menyertai kita hingga kesudahan akhir jaman dalam mengerjakan kehendakNya. 
(Matius 28:18-20)

_ada Otoritas dan Kuasa Allah yang menyertai para "Duta Besar" nya Allah, ya kuasa dan otoritas Allah akan menyertaimu_

*Roh Kuduslah yang memampukanmu mengerjakan segala Misi dan kehendak Allah dalam hidupmu*

Teruslah lakukan tugas Pelayananmu didunia ini dengan setia dan tak Gentar terhadap apapun,  Jaminan Penyertaan Nya adalah Pasti dan Mutlak,  mari terus bekerja.

Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: *Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.*🔥🔥
Zakharia 4:6 (TB)

Selengkapnya....

Minggu, 18 Juni 2017

Kepemimpinan

ENAM GAYA KEPEMIMPINAN
“He taketh away the heart of the chief of the people of the earth, and causeth them to wander in a wilderness where there is no way”
Kepemimpinan Otokratis
Di sebut juga kepemimpinan dictator atau direktif. Orang yang menganut pendekatan ini mengambil keputusan tanpa berkonsultasi dengan para bawahan yang harus melaksanakannya bahkan yang dipengaruhi oleh keputusan tersebut. Pemimpin menentukan apa yang harus dilakukan orang lain dan mengharapkan mereka mematuhinya. Kritik yang muncul adalah bahwa gaya ini tidak akan efektif dalam jangka panjang.
Kepemimpinan Demokratis
Gaya kepemimpinan ini dikenal pula dengan istilah kepemimpinan konsultatif atau consensus. Orang yang menganut pendekatan ini melibatkan para bawahan yang harus melaksanakan keputusan dalam proses pembuatannya. Sebenarnya yang membuat keputusan akhir adalah pemimpin, tetapi hanya setelah menerima masukan dan rekomendasi dari anggota tim. Kritik terhadap gaya ini menyatakan bahwa keputusan yang paling popular/disukai tidak selalu merupakan keputusan terbaik dan bahwa kepemimpinan demokratis, sesuai dengan sifatnya, cenderung menghasilkan keputusan yang disukai daripada keputusan yang tepat. Gaya ini dapat mengarah pada kompromi yang pada akhirnya memberikan hasil yang tidak diharapkan.
Kepemimpinan Partisipatif
Di kenal juga dengan istilah kepemimpinan terbuka, bebas atau nondirective. Orang yang menganut gaya ini hanya sedikit memegang kendali dalam proses pengambilan keputusan. Ia hanya menyajikan informasi mengenai suatu permasalahan dan memberikan kesempatan kepada anggota tim untuk mengembangkan strategi dan pemecahannya. Tugas pemimpin adalah mengarahkan tim kepada tercapainya konsensus. Asumsi yang mendasari gaya ini adalah bahwa bawahan akan lebih siap menerima tanggung jawab terhadap solusi, tujuan dan strategi dimana mereka diberdayakan untuk mengembangkannya. Kritik terhadap gaya ini menyatakan bahwa pembentukan konsensus banyak membuang waktu dan hanya berjalan bila semua orang yang terlibat memiliki komitmen terhadap kepentingan utama organisasi.
Kepemimpinan berorientasi pada Tujuan
Gaya ini disebut juga kepemimpinan berdasarkan hasil atau berdasarkan sasaran. Orang yang berpaham gaya ini meminta anggota tim untuk memusatkan perhatiannya hanya pada tujuan yang ada. Hanya strategi yang dapat menghasilkan kontribusi nyata dan dapat diukur dalam mencapai tujuan organisasilah yang dibahas. Pengaruh kepribadian dan faktor lainnya yang tidak berhubungan dengan tujuan organisasi tertentu diminimumkan. Kritik terhadap gaya ini menyatakan bahwa kepemimpinan ini memiliki fokus yang terlampau sempit dan seringkali berfokus pada perhatian yang keliru.
Kepemimpinan Situasional
Kepemimpinan bergaya ini dikenal dengan kepemimpinan tak tetap (fluid) atau kontingensi. Asumsi yang digunakan dalam gaya ini adalah bahwa tidak ada satu pun gaya kepemimpinan yang tepat bagi setiap pemimpin dalam segala kondisi. Oleh karena itu gaya kepemimpinan situasional akan menerapkan suatu gaya tertentu berdasarkan pertimbangan atas faktor-faktor seperti pemimpin, pengikut dan situasi (dalam arti struktur tugas, peta kekuasaan dan dinamika kelompok). Pakar manajemen, Mary Parker Follet menyatakan bahwa ketiga faktor tersebut merupakan variabel-variabel kritis yang saling berhubungan dan berinteraksi. Pernyataannya ini kemudian dikenal dengan istilah hukum situasi (law of situation).
Kepemimpinan Kwalitas Total
Gaya kepemimpinan yang ini sebenarnya adalah kepemimpinan partisipatif yang telah di up-grade ke level yang lebih tinggi. Gaya kepemimpinan ini meliputi upaya mencari masukan dari anggota/pengikut yang diberdayakan, mempertimbangkan masukan tersebut dan bertindak berdasarkan masukan itu. Penerapan gaya ini oleh seorang pemimpin, perlu didukung oleh para anggotanya, dimana mereka respek terhadapnya dan bersedia mengikutinya dengan setia.
Beberapa karakteristik pemimpin bergaya kwalitas total, yakni:
Bertaqwa kepada Yang Maha Kuasa,
Rasa tanggung jawab yang besar,
Disiplin pribadi,
Bersifat jujur,
Kredibilitas tinggi,
Menggunakan akal sehat (common sense), bisa menentukan kapan harus bersikap fleksibel dan kapan bersikap tegas,
Memiliki energi dan stamina tinggi,
Memegang teguh komitmen terhadap tujuan organisasi dan terhadap pengembangan pribadi serta profesionalisme secara berkesinambungan,
Setia dan tabah dalam menghadapi segala situasi sulit.

Selengkapnya....

Jumat, 27 April 2012

TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK


PENDAHULUAN

                        Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah usaha untuk mendewasakan setiap individu terutama mahasiswa, agar menjadi manusia yang berdiri sendiri dalam mengatasi setiap persoalan hidup yang berlandaskan Firman Allah. Tujuan pendidikan agama Kristen untuk membawa, membimbing, mendidik seluruh mahasiswa dalam pengenalan akan Kristus, sehingga mereka dapat terhisap dalam karya keselamatan yang diberikan Allah melalui Yesus Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Hal ini sesuai dengan pendapat Loyola, (dalam Boelchle 1991: 472) yang mengatakan:
              Untuk melibatkan para warga muda khususnya dalam latihan-latihan rohani dan intelektual yang memupuk kehidupan batiniah dan kognitif  untuk membimbing mereka mengambil bagian dalam kebaktian Gereja, sehingga rela mentaati setiap perintahNya dengan dampaknya yang luas dalam urusan-urusan masyarakat sampai akhirnya mereka memenuhi alasan-alasan terakhir mengapa mereka diciptakan Allah.

                        Dunia pendidikan tidak terlepas dari lingkungan sosial dimana pendidik dan peserta didik berada, Pendidikan Agama Kristen berawal dari keluarga dimana anak itu dilahirkan. Pendidikan Agama Kristen harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus sehingga terbentuk nilai moral yang beretika Kristiani.
Pengaruh globalisasi yang semakin marak, memungkinkan arus komunikasi dapat memasuki setiap pelosok, sehingga perguliran tren dapat disimak dengan jelas. Tren merupakan sesuatu yang harus disikapi secara cermat terutama dikalangan remaja yang dalam masa peralihan ke usia dewasa. Dalam usia remaja kematangan emosional belum terbentuk, mudah digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Segala informasi yang diterima termasuk tren harus melalui proses seleksi sehingga kita tahu mana yang bermanfaat dan tidak, terutama tidak bertentangan dengan iman Kristiani. 
            Tattoo merupakan tren yang sedang digemari dikalangan kaum muda pada saat ini. Tren ini tidak hanya masuk dikalangan bawah tetapi kalangan menengah ke atas, pria maupun wanita, dari para dokter hingga pengacara, artis-artis dan tidak terkecuali kaum muda Kristen. Menurut sejarah tattoo selalu dihubungkan dengan ritual yang mengerikan dan mengeluarkan darah yang dipergunakan dalam ritual agama untuk menyelaraskan jiwa manusia dengan kekuatan gaib agar jiwa tersebut dapat masuk ke alam baka dengan tenang. Arti-arti spiritual yang tersembunyi dalam tattoo antara lain adalah lambang perbudakan yang dipakai oleh bangsa Yunani dan Roma kepada para budak mereka, sebagai simbol arwah-arwah leluhur, sebagai tanda pengenal sekte-sekte tertentu dan simbol dalam ritual-ritual sex, lambang untuk mengambil bagian dalam pesta narkoba, dan hal-hal yang berhubungan dengan pemberontakan, mistik, kanibalisme, dan penyembahan terhadap setan.
Salah satu penyebab utama kaum muda Kristen memakai tattoo adalah karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang latar belakang dan sejarah  tattoo serta bahaya yang dapat ditimbulkan melalui tattoo tersebut.            
          Saya menulis tentang tatto karena, merupakan sebuah fenomena yang banyak terjadi dan mendapat sorotan  dari berbagai kalangan. Pada tahun 1950, wabah penyakit Hepatitis B pernah menyebar di New York karena tattoo akibatnya tattoo dilarang pada tahun 1961-1997. Orang yang bertato akan menurun kesehatannya, mereka akan memiliki kemungkinan lebih besar terkena AIDS, Hepatitis B,C, Tetanus, Syphilis, TBC, dan penyakit lainnya.
      Berdasarkan penelitian yang tercatat di Journal of Pediatrics tangggal 6  Juni 2002, sebanyak 90% remaja yang mempunyai  tattoo sud. Di Amerika, biaya untuk membuat sebuah tattoo diperkirakan sebesar US$ 45, tetapi untuk menghilangkannya diperlukan biaya sebesar US$ 5000 dan hal tersebut tidak dapat menjadi jaminan. Tattoo berhubungan erat dengan dunia gay, lesbian, dan penyimpangan sex, dan orang yang bertato akan dipersepsi sebagai orang yang kurang menarik dan kurang pintar. Lebih dari separuh orang yang bertato ingin menghilangkan tatonya. Tattoo bukan sekedar seni seperti yang lazim diketahui oleh semua orang pada saat ini, tetapi dibalik semua itu terdapat tipuan dan siasat iblis untuk menghancurkan umat manusia khususnya kaum muda Kristen untuk dibawa kepada kebinasaan kekal.
      Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.(Van Dinter 2005:32)
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, tattoo baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
      Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung Frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan tattoo  terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian  tandasang. Kepala  tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
      Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek  tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.  
 
ISI

a) Pengertian Tattoo
            Istilah tattoo berasal dari bahasa Tahiti tatau yang bermakna dekorasi tubuh, tatoo adalah gambar atau simbol yang diukir pada kulit tubuh dengan mengunakan jarum  serta menggunakan pigmen warna-warni yang digerakkan oleh mesin. Definisi ini didukung oleh Van Dinter, (2005: 15) yang menyatakan,  tattoo is defined as an indelible mark fixed upon the body by inserting pigment under the skin”. Dahulu orang menggunakan teknik manual dalam membuat tattoo. Orang Mentawai menggunakan tongkat yang terbuat dari kayu, ukuran panjang 40 sentimeter dan ujungnya dipasang jarum yang terbuat dari onak duri.

Tattoo merupakan bentuk seni tertua yang telah ada sejak abad sembilan belas dan mengandung berbagai arti. Pada tahun 1774 kapten Cook kembali ke Inggris dengan membawa dua orang Tahiti yang bertato yaitu Omai dan Tupaia dan memperkenalkan kepada masyarakat kalangan atas dan mendapat penolakan dari Pangeran Giolo.
 
b.) Sejarah Tattoo  
      Sejarah tattoo didasarkan pada penemuan mumi es Otzi oleh  beberapa ahli Arkeologi, mereka telah meneliti tubuh mumi otzi yang ditemukan di antara perbatasan pegunungan Australia-Italia. Otzi hidup sekitar 5300 tahun yang lalu dan penyebab kematiannya masih diperkirakan. Para ahli menemukan tanda garis palang di belakang lutut kiri, hasil risset membuktikan tanda tersebut sebagai terapi pada penderita rematik. Tanda tersebut dipergunakan sebagai terapi tattoo oleh suku Berber di pegunungan Afrika Utara. Para ahli Antropologi berpendapat bahwa; dengan membuat rajahan pada bagian yang sakit dan dengan membubuhkan obat-obatan herbal pada luka, dapat menyembuhkan penyakit rematik.
Tatto diberbagai negara :
1.Tattoo Penghukuman Kerajaan Inggris
       Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.
2.Tattoo Perburuan Kepala dan Pengorbanan Manusia di Indonesia
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato  hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, “tattoo” baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
       Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung  frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan  tattoo terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian tandasang.  Kepala tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
3.Tattoo Perbudakan di Afrika
          Pada  tiap-tiap suku tattoo pada wanita merupakan simbol kecantikan tetapi bagi wanita Afrika tattoo  melambangkan perbudakan, melalui rajahan pada wajahnya yang menandakan bahwa ia seorang budak yang tidak berharga dan dapat diperjual-belikan. Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.
4.Tattoo Lambang Status di Cina 
          Di Cina kuno pada abad 500 sebelum Kristus, rakyat hidup berdasarkan aturan-aturan Kong Fu Chu, yang mengajarkan manusia untuk hidup beradap dan taat terhadap orang tua dan leluhur mereka. Setiap bentuk perusakan terhadap tubuh dan warisan orang tua bertentangan dengan ajaran dasar daan membawa rasa malu terhadap keluarga masyarakat. Masyarakat Cina yang terhormat memandang tattoo sebagai hal yang memalukan, liar dan tidak beradab. Budaya tattoo di Cina sudah ada sejak tahun 200 sebelum Kristus, dipraktekkan  oleh suku Yue, mereka mendekorasi tubuh dengan figur-figur yang berbau mistik. Hal ini dipercaya dapat melindungi mereka dari serangan ular naga dan monster laut.
 Tattoo sangat umum dikalangan budak dan kriminal mereka wajib untuk memakainya sebagai tanda tingkat sosial dan ditujukan untuk mencegah mereka agar tidak melarikan diri. Budak dan kriminal yang melarikan diri akan mudah dikenali  lewat tattoo mereka. Masyarakat Cina yang berada mentato  selir dan pembantu rumahtangga mereka sebagai tanda kepemilikan dan untuk mempermalukan serta menghukum mereka.      

 TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK

Bentuk permasalahan tattoo permanen pada pemuda Kristen dari sudut pandang PAK.
1. Krisis Gambar Diri
                 Pendeklarasian norma-norma Kristiani sering dianggap sebagai sesuatu yang fanatisme. Identitas diri sebagai orang Kristen yang lahir baru sering menjadi suatu hal yang memiliki arti negatif. Pandangan ini dinyatakan bukan saja oleh kalangan pemuda non Kristen yang mengartikan hal tersebut, tetapi terjadi juga antar pemuda Kristen.
                 Kecenderungan pemuda Kristen untuk meleburkan diri dalam budaya primitif, yang berkembang sebagai trend menjadi suatu fenomena yang ditemukan sekarang ini. Hal yang dianggap tabu dan mempunyai label negatif, sekarang menjadi sesuatu yang biasa bahkan dianggap sebagai budaya tandingan. Ironisnya mereka mempraktekkan tattoo tersebut atas dasar meniru teman (lingkungan) mereka, seperti yang dikemukan oleh sumber delapan. Praktek tattoo  tersebut dilakukan hanya ingin metahui apa proses pembuatannya sakit atau tidak. Dalam hal ini mereka sebagai pemuda Kristen tidak mempertimbangkan unsur-unsur negatif dibalik praktek tersebut, apalagi mempertimbangkan dari norma-norma Pendidikan Agama Kristen yang menyatakan bahwa pemuda Kristen sebagai orang percaya diciptakan segambar dengan Allah (Imago Dei). Kejadian 1:26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ...”. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
                 Gambar Allah melalui kehidupan pemuda Kristen harus tercermin dari segi fisik (tubuh) dan karakter. Pemuda Kristen yang merajah tubuh mereka, baik dengan tattoo sadar atau tidak telah melakukan perubahan bentuk tubuh mereka, bahkan merusaknya, dengan kata lain merusak gambar Allah. Menurut (Abineno 2003:42), “gambar Allah” sebagai ungkapan relasi khusus antara Allah dan manusia dalam panggilan manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap makhluk-makhluk lain. Manusia bertugas melindungi seluruh ciptaan Allah dari kerusakan, kekacauan, kebinasaan dan lainnya, sebagai pencerminan keberadaan Allah di bumi.
    
2. Krisis Moral
                 Mentoleransi sebuah pelanggaran kecil, akan membawa pemuda Kristen dalam pelanggaran yang lebih besar. Toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran, merupakan awal krisis moral. Sikap moral adalah kesadaran dan tanggung jawab seseorang atau pemuda Kristen dalam melakukan hal-hal baik. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan (Brownlee, 2002:16) moralitas, biasanya menyangkut kebaikan dan keburukan kelakuan lahir yang sebenarnya terjadi. Hukum moral sendiri didasarkan atas kehendak Allah yang mutlak (Wright, 1995:158).
     Yakobus 2:10 mencatat, sebab barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetap mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Dalam Alkitab tidak ada dosa kecil atau dosa besar, kompromi terhadap dosa adalah pelanggaran terbesar.
                 Sebagai pemuda Kristen, harus mempunyai ketegasan sikap untuk berkata tidak, terhadap hal yang bertentangan dengan norma-norma agamanya.
3. Niru-isme
                 Tindakan meniru adalah hal yang lazim dilakukan, sejak kecil aktivitas meniru sering dilakukan mulai dari meniru berbicara, makan, berjalan dan hal-hal lain yang dilakukan orang tua dan orang disekeliling. Saat masuk dalam dunia pendidikan tidak lepas dari aktivitas meniru. Hal tersebut diungkapkan juga oleh (Sadulloh 2007:21) bahwa peniruan sebagai kesalahan konseptual pendidikan, proses pendidikan terjadi dalam medan pergaulan antara orang dewasa dengan anak yang belum dewasa. Gejala-gejala perilaku yang nampak dan tidak nampak oleh anak-anak ikut dihayati secara tidak sadar. Dua hal pengaruh dari meniru yaitu, pengaruh positif dan negatif pada pengembangan diri. Meniru bisa berpengaruh positif apabila dilakukan dengan berpatokan pada norma-norma Kristiani dan pengaruh negatif terjadi bila tindakan tersebut dilakukan dengan tidak berpedoman pada norma tersebut.
                 Trend tattoo menjadi fenomena yang semakin nampak saat ini. Tampilnya artis-artis atau tokoh-tokoh penting di media televisi dan internet, dengan  gambar tattoo pada tubuh mereka, secara tidak langsung ini menjadi suatu pemicu bagi yang mengidolakan mereka, untuk menirunya tidak terkecuali pemuda Kristen.
                 Niru-isme menjadi berkembang dikalangan pemuda Kristen, karena mereka hidup dan bergaul dalam budaya dimana tattoo berada, walaupun norma-norma Kristiani diajarkan tapi apabila mereka tetap menjadi satu dengan budaya tersebut maka mereka akan cenderung terhisap masuk kedalamnya. Niru-isme ini dapat telihat dengan jelas saat bangsa Israel dipimpin oleh Musa ke luar dari Mesir, ketika Musa menghadap Allah di gunung Sinai untuk menerima sepuluh hukum Allah. Dalam hukum itu Allah memberikan norma-norma yang harus dilakukan bangsa Israel, agar tetap berada dalam ikatan perjanjian dengan Allah.
                 Setelah bangsa Israel menunggu lama Musa turun dari gunung Sinai dan tidak ada tanda-tanda kedatangannya, mereka merasa Musa sudah mati. Dengan anggapan tersebut, mereka perlu pengganti Musa sebagai pengantara mereka dengan Allah. Atas dasar kebutuhan akan seorang pemimpin dan pengantara, akhirnya bangsa Israel mendesak Harun untuk membuat patung lembu emas sebagai pengantara mereka kepada Allah (Keluaran 32:1-35).
                 Yang menjadi jawaban mengapa bangsa Israel tidak memilih Harun sebagai pengganti Musa untuk menjadi pengantara mereka kepada Allah ialah niru-isme. Setelah sekian lama bangsa Israel hidup di Mesir ternyata budaya Mesir sudah begitu kuat mengikat mereka. Sehingga saat mereka kehilangan sosok pemimpin yang dapat mengingatkan mereka pada kehendak Allah hilang, maka yang timbul adalah pola pikir budaya mesir. Ensiklopedi Alkitab masa kini mencatat, di Mesir anak lembu jantan diyakini sebagai tunggangan dewa Horus (dewa kesuburan). Bangsa Mesir melakukan ritual penyembahan di depan patung lembu emas untuk menghormati dewa Horus. Ternyata apa yang dilihat bangsa Israel di Mesir itu yang mereka tiru. Niru-isme ini juga kembali dilakukan bangsa Israel pada zaman Yerobeam memerintah Israel Utara. Mereka memakai patung sebagai ganti Allah, 1 Raja-raja 12:28, Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: “Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”

KESIMPULAN
Fenomena tattoo dikalangan pemuda kristen, bukan sekedar seni menggambar di tubuh biasa. tattoo yang dilakukan pemuda kristen sebuah bentuk apresiasi masalah kepribadian yang mengandung krisis gambar diri, krisis moral dan niru-isme.
            pemuda Kristen dari sudut pandang Pendidikan Agana Kristen (PAK), taidak dibenarkan merajah tubuhnya dengan tattoo. tubuh adalah bait Allah yang hidup, yang telah dibayar lunas oleh penebusan Kristus di kayu salib. tattoo adalah sebuah bentuk tipuan iblis yang hendak merusak keberadaan pemuda Kristen dalam menjalankan fungsinya sebagai bait Allah yang hidup. tatto digunakan iblis untuk menandai pemuda Kristen sebagai milik kepunyaannya. manusia diciptakan menurut gambaranNya, iblis tidak senang melihat gambar Allah dalam diri manusia. iblis tahu bahwa waktunya tidak akan lama lagi, dan ia akan berada dibawah penghukuman kekal api neraka, sebab itu ia hendak membawa manusia turut serta bersamanya.

DAFTAR PUSTAKA

Boehlke, Robert R. 2005. Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Enklaar, I H: Homrighausen, E. G. 2005. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Cully, Iris V. Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Abineno, J. L. CH. 2003. Manusia Dan Sesamanya Di Dalam Dunia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Wright, Christopher. 1995. Hidup Sebagai Umat Allah Etika Perjanjian
Sudduth, William. 2009. Ada Apa Dibalik Tinta. Jakarta: Yayasan Kasih Anugerah.
Charisma. 2009. Tattoo And Piercing. Febuari-Maret. Hlm.14-15.
Budihusodo, Unggul. 2009. Awas Tato Dan Tindik Tularkan Hepatitis. http://kesehatan.kompas.com/read/xml. (1 Mei 2009).
Selengkapnya....