Jumat, 27 April 2012

TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK


PENDAHULUAN

                        Pendidikan Agama Kristen (PAK) adalah usaha untuk mendewasakan setiap individu terutama mahasiswa, agar menjadi manusia yang berdiri sendiri dalam mengatasi setiap persoalan hidup yang berlandaskan Firman Allah. Tujuan pendidikan agama Kristen untuk membawa, membimbing, mendidik seluruh mahasiswa dalam pengenalan akan Kristus, sehingga mereka dapat terhisap dalam karya keselamatan yang diberikan Allah melalui Yesus Kristus yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Hal ini sesuai dengan pendapat Loyola, (dalam Boelchle 1991: 472) yang mengatakan:
              Untuk melibatkan para warga muda khususnya dalam latihan-latihan rohani dan intelektual yang memupuk kehidupan batiniah dan kognitif  untuk membimbing mereka mengambil bagian dalam kebaktian Gereja, sehingga rela mentaati setiap perintahNya dengan dampaknya yang luas dalam urusan-urusan masyarakat sampai akhirnya mereka memenuhi alasan-alasan terakhir mengapa mereka diciptakan Allah.

                        Dunia pendidikan tidak terlepas dari lingkungan sosial dimana pendidik dan peserta didik berada, Pendidikan Agama Kristen berawal dari keluarga dimana anak itu dilahirkan. Pendidikan Agama Kristen harus ditanamkan sejak dini kepada generasi penerus sehingga terbentuk nilai moral yang beretika Kristiani.
Pengaruh globalisasi yang semakin marak, memungkinkan arus komunikasi dapat memasuki setiap pelosok, sehingga perguliran tren dapat disimak dengan jelas. Tren merupakan sesuatu yang harus disikapi secara cermat terutama dikalangan remaja yang dalam masa peralihan ke usia dewasa. Dalam usia remaja kematangan emosional belum terbentuk, mudah digoyahkan oleh pengaruh-pengaruh dari luar. Segala informasi yang diterima termasuk tren harus melalui proses seleksi sehingga kita tahu mana yang bermanfaat dan tidak, terutama tidak bertentangan dengan iman Kristiani. 
            Tattoo merupakan tren yang sedang digemari dikalangan kaum muda pada saat ini. Tren ini tidak hanya masuk dikalangan bawah tetapi kalangan menengah ke atas, pria maupun wanita, dari para dokter hingga pengacara, artis-artis dan tidak terkecuali kaum muda Kristen. Menurut sejarah tattoo selalu dihubungkan dengan ritual yang mengerikan dan mengeluarkan darah yang dipergunakan dalam ritual agama untuk menyelaraskan jiwa manusia dengan kekuatan gaib agar jiwa tersebut dapat masuk ke alam baka dengan tenang. Arti-arti spiritual yang tersembunyi dalam tattoo antara lain adalah lambang perbudakan yang dipakai oleh bangsa Yunani dan Roma kepada para budak mereka, sebagai simbol arwah-arwah leluhur, sebagai tanda pengenal sekte-sekte tertentu dan simbol dalam ritual-ritual sex, lambang untuk mengambil bagian dalam pesta narkoba, dan hal-hal yang berhubungan dengan pemberontakan, mistik, kanibalisme, dan penyembahan terhadap setan.
Salah satu penyebab utama kaum muda Kristen memakai tattoo adalah karena mereka tidak memiliki pengetahuan tentang latar belakang dan sejarah  tattoo serta bahaya yang dapat ditimbulkan melalui tattoo tersebut.            
          Saya menulis tentang tatto karena, merupakan sebuah fenomena yang banyak terjadi dan mendapat sorotan  dari berbagai kalangan. Pada tahun 1950, wabah penyakit Hepatitis B pernah menyebar di New York karena tattoo akibatnya tattoo dilarang pada tahun 1961-1997. Orang yang bertato akan menurun kesehatannya, mereka akan memiliki kemungkinan lebih besar terkena AIDS, Hepatitis B,C, Tetanus, Syphilis, TBC, dan penyakit lainnya.
      Berdasarkan penelitian yang tercatat di Journal of Pediatrics tangggal 6  Juni 2002, sebanyak 90% remaja yang mempunyai  tattoo sud. Di Amerika, biaya untuk membuat sebuah tattoo diperkirakan sebesar US$ 45, tetapi untuk menghilangkannya diperlukan biaya sebesar US$ 5000 dan hal tersebut tidak dapat menjadi jaminan. Tattoo berhubungan erat dengan dunia gay, lesbian, dan penyimpangan sex, dan orang yang bertato akan dipersepsi sebagai orang yang kurang menarik dan kurang pintar. Lebih dari separuh orang yang bertato ingin menghilangkan tatonya. Tattoo bukan sekedar seni seperti yang lazim diketahui oleh semua orang pada saat ini, tetapi dibalik semua itu terdapat tipuan dan siasat iblis untuk menghancurkan umat manusia khususnya kaum muda Kristen untuk dibawa kepada kebinasaan kekal.
      Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.(Van Dinter 2005:32)
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, tattoo baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
      Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung Frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan tattoo  terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian  tandasang. Kepala  tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
      Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek  tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.  
 
ISI

a) Pengertian Tattoo
            Istilah tattoo berasal dari bahasa Tahiti tatau yang bermakna dekorasi tubuh, tatoo adalah gambar atau simbol yang diukir pada kulit tubuh dengan mengunakan jarum  serta menggunakan pigmen warna-warni yang digerakkan oleh mesin. Definisi ini didukung oleh Van Dinter, (2005: 15) yang menyatakan,  tattoo is defined as an indelible mark fixed upon the body by inserting pigment under the skin”. Dahulu orang menggunakan teknik manual dalam membuat tattoo. Orang Mentawai menggunakan tongkat yang terbuat dari kayu, ukuran panjang 40 sentimeter dan ujungnya dipasang jarum yang terbuat dari onak duri.

Tattoo merupakan bentuk seni tertua yang telah ada sejak abad sembilan belas dan mengandung berbagai arti. Pada tahun 1774 kapten Cook kembali ke Inggris dengan membawa dua orang Tahiti yang bertato yaitu Omai dan Tupaia dan memperkenalkan kepada masyarakat kalangan atas dan mendapat penolakan dari Pangeran Giolo.
 
b.) Sejarah Tattoo  
      Sejarah tattoo didasarkan pada penemuan mumi es Otzi oleh  beberapa ahli Arkeologi, mereka telah meneliti tubuh mumi otzi yang ditemukan di antara perbatasan pegunungan Australia-Italia. Otzi hidup sekitar 5300 tahun yang lalu dan penyebab kematiannya masih diperkirakan. Para ahli menemukan tanda garis palang di belakang lutut kiri, hasil risset membuktikan tanda tersebut sebagai terapi pada penderita rematik. Tanda tersebut dipergunakan sebagai terapi tattoo oleh suku Berber di pegunungan Afrika Utara. Para ahli Antropologi berpendapat bahwa; dengan membuat rajahan pada bagian yang sakit dan dengan membubuhkan obat-obatan herbal pada luka, dapat menyembuhkan penyakit rematik.
Tatto diberbagai negara :
1.Tattoo Penghukuman Kerajaan Inggris
       Pada tahun 1871 kerajaan Inggris memberlakukan praktek tattoo kepada para tawanan perang, prajurit yang menjadi penjahat perang, pembelot atau pemberontak mereka dicap dengan hurup “D” (Deserter) atau “B.C” (Bad Character). Tahun 1867 para narapidana yang telah dicap dibuang ke Australia. Di Jerman para Nazi mentato anggota mereka dengan tanda “SS” yang letaknya di bawah ketiak dengan menggunakan darah dari anggotanya. Hal ini dilakukan bukan untuk mencegah terjadinya pembelotan tetapi sebagai tanda mistik yang menunjukkan organisasi rahasia. Para tahanan di pusat barak-barak ditato pada lengan bagian bawah dengan alasan untuk tujuan administrasi, tetapi hal ini merupakan suatu penghinaan terhadap mereka.
      Iraq merupakan negara yang menerapkan tattoo sebagai penghukuman, pada tahun 1994 Saddam Hussein mengumumkan sembilan peraturan dengan spesifikasi para pemberontak, kriminal dan orang yang menolak harus mendapat tattoo silang “X” di dahi mereka. Para kriminal merupakan subjek dari bentuk penghukuman primitif ini. Pada tahun 1994 Amnesti Internasional menyiarkan gambar pria yang mengalami amputasi dan tattoo penghukuman di dahi mereka, pria tersebut adalah: Ali Ubaid, Abed Ali, terdakwa pencurian uang dan televisi. Beberapa dokter dihukum mati karena menolak memberikan tattoo penghukuman kepada para kriminal.
2.Tattoo Perburuan Kepala dan Pengorbanan Manusia di Indonesia
      Di Indonesia tattoo berkaitan dengan hal-hal religius dan melibatkan pengorbanan manusia. Pada masa penjajahan kolonial Belanda suku Patasiwa di kepulauan Malaccan Seram dilarang untuk melakukan praktek tattoo yang terkenal dengan nama kakean yang berkaitan dengan suatu perkumpulan rahasia. Suku Pattasiwa hanya memperbolehkan orang yang telah dewasa untuk ditato  hal ini untuk menjaga adat tradisi mereka agar tidak punah. Para pemula ditato pada dada, bahu dan lengan mereka dengan tanda silang, “tattoo” baru akan ditambahkan pada waktu pertemuan warga.
       Arti dari tattoo hanya dapat diperkirakan, karena setiap anggota suku telah disumpah merahasiakan setiap hal yang berkaitan dengan upacara religius.   Suku Alfuru yang bermukim di pegunungan kepulauan Seram melakukan praktek perburuan kepala manusia,  mereka percaya bahwa arwah berdiam di dalam tengkorak manusia maka setiap kepala musuh menjadi sangat berharga.  Anggota suku yang telah memenggal kepala musuh akan mendapat tattoo yang disebut tanda perburuan kepala manusia yang diambil dari burung  frigate.
      Ma’boea adalah bentuk upacara religius  yang mempergunakan  tattoo terletak di daerah pusat Celebes, upacara ini melibatkan pengorbanan manusia. Ma’boea merupakan upacara pendamaian dengan para dewa ketika mengalami kegagalan panen secara berturut-turut atau dalam keadaan sakit keras. Seorang budak yang berusia tua tandasang yang berasal dari daerah lain dibeli kemudian dilakukan upacara ritual dengan membuat tattoo pada setiap anggota suku dan berakhir dengan kematian tandasang.  Kepala tandasang dipotong dan dibakar kemudian digantung pada tiang.
3.Tattoo Perbudakan di Afrika
          Pada  tiap-tiap suku tattoo pada wanita merupakan simbol kecantikan tetapi bagi wanita Afrika tattoo  melambangkan perbudakan, melalui rajahan pada wajahnya yang menandakan bahwa ia seorang budak yang tidak berharga dan dapat diperjual-belikan. Suku Mbuti di Afrika masih melakukan praktek tattoo sampai pada akhir abad 20 mereka membuat tattoo dengan cara merajah permukaan kulit, debu dan  getah tanaman hutan digunakan sebagai  zat pewarna yang diyakini merupakan sumber kekuatan, kesehatan dan kemujuran. Jika seseorang sakit sejumlah rajahan dibuat dan permukaan kulit yang dirajah ditaburi dengan debu yang dicampur dengan air liur. tattoo dilakukan secara sukarela dengan mempergunakan pisau sebagai alat perajah.
4.Tattoo Lambang Status di Cina 
          Di Cina kuno pada abad 500 sebelum Kristus, rakyat hidup berdasarkan aturan-aturan Kong Fu Chu, yang mengajarkan manusia untuk hidup beradap dan taat terhadap orang tua dan leluhur mereka. Setiap bentuk perusakan terhadap tubuh dan warisan orang tua bertentangan dengan ajaran dasar daan membawa rasa malu terhadap keluarga masyarakat. Masyarakat Cina yang terhormat memandang tattoo sebagai hal yang memalukan, liar dan tidak beradab. Budaya tattoo di Cina sudah ada sejak tahun 200 sebelum Kristus, dipraktekkan  oleh suku Yue, mereka mendekorasi tubuh dengan figur-figur yang berbau mistik. Hal ini dipercaya dapat melindungi mereka dari serangan ular naga dan monster laut.
 Tattoo sangat umum dikalangan budak dan kriminal mereka wajib untuk memakainya sebagai tanda tingkat sosial dan ditujukan untuk mencegah mereka agar tidak melarikan diri. Budak dan kriminal yang melarikan diri akan mudah dikenali  lewat tattoo mereka. Masyarakat Cina yang berada mentato  selir dan pembantu rumahtangga mereka sebagai tanda kepemilikan dan untuk mempermalukan serta menghukum mereka.      

 TATTOO PERMANEN DARI SUDUT PANDANG PAK

Bentuk permasalahan tattoo permanen pada pemuda Kristen dari sudut pandang PAK.
1. Krisis Gambar Diri
                 Pendeklarasian norma-norma Kristiani sering dianggap sebagai sesuatu yang fanatisme. Identitas diri sebagai orang Kristen yang lahir baru sering menjadi suatu hal yang memiliki arti negatif. Pandangan ini dinyatakan bukan saja oleh kalangan pemuda non Kristen yang mengartikan hal tersebut, tetapi terjadi juga antar pemuda Kristen.
                 Kecenderungan pemuda Kristen untuk meleburkan diri dalam budaya primitif, yang berkembang sebagai trend menjadi suatu fenomena yang ditemukan sekarang ini. Hal yang dianggap tabu dan mempunyai label negatif, sekarang menjadi sesuatu yang biasa bahkan dianggap sebagai budaya tandingan. Ironisnya mereka mempraktekkan tattoo tersebut atas dasar meniru teman (lingkungan) mereka, seperti yang dikemukan oleh sumber delapan. Praktek tattoo  tersebut dilakukan hanya ingin metahui apa proses pembuatannya sakit atau tidak. Dalam hal ini mereka sebagai pemuda Kristen tidak mempertimbangkan unsur-unsur negatif dibalik praktek tersebut, apalagi mempertimbangkan dari norma-norma Pendidikan Agama Kristen yang menyatakan bahwa pemuda Kristen sebagai orang percaya diciptakan segambar dengan Allah (Imago Dei). Kejadian 1:26-27, Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, ...”. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambarNya, menurut gambar Allah diciptakanNya dia; laki-laki dan perempuan diciptakanNya mereka.
                 Gambar Allah melalui kehidupan pemuda Kristen harus tercermin dari segi fisik (tubuh) dan karakter. Pemuda Kristen yang merajah tubuh mereka, baik dengan tattoo sadar atau tidak telah melakukan perubahan bentuk tubuh mereka, bahkan merusaknya, dengan kata lain merusak gambar Allah. Menurut (Abineno 2003:42), “gambar Allah” sebagai ungkapan relasi khusus antara Allah dan manusia dalam panggilan manusia sebagai makhluk yang bertanggungjawab terhadap makhluk-makhluk lain. Manusia bertugas melindungi seluruh ciptaan Allah dari kerusakan, kekacauan, kebinasaan dan lainnya, sebagai pencerminan keberadaan Allah di bumi.
    
2. Krisis Moral
                 Mentoleransi sebuah pelanggaran kecil, akan membawa pemuda Kristen dalam pelanggaran yang lebih besar. Toleransi sekecil apapun terhadap pelanggaran, merupakan awal krisis moral. Sikap moral adalah kesadaran dan tanggung jawab seseorang atau pemuda Kristen dalam melakukan hal-hal baik. Pendapat tersebut sesuai dengan pernyataan (Brownlee, 2002:16) moralitas, biasanya menyangkut kebaikan dan keburukan kelakuan lahir yang sebenarnya terjadi. Hukum moral sendiri didasarkan atas kehendak Allah yang mutlak (Wright, 1995:158).
     Yakobus 2:10 mencatat, sebab barang siapa menuruti seluruh hukum itu, tetap mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Dalam Alkitab tidak ada dosa kecil atau dosa besar, kompromi terhadap dosa adalah pelanggaran terbesar.
                 Sebagai pemuda Kristen, harus mempunyai ketegasan sikap untuk berkata tidak, terhadap hal yang bertentangan dengan norma-norma agamanya.
3. Niru-isme
                 Tindakan meniru adalah hal yang lazim dilakukan, sejak kecil aktivitas meniru sering dilakukan mulai dari meniru berbicara, makan, berjalan dan hal-hal lain yang dilakukan orang tua dan orang disekeliling. Saat masuk dalam dunia pendidikan tidak lepas dari aktivitas meniru. Hal tersebut diungkapkan juga oleh (Sadulloh 2007:21) bahwa peniruan sebagai kesalahan konseptual pendidikan, proses pendidikan terjadi dalam medan pergaulan antara orang dewasa dengan anak yang belum dewasa. Gejala-gejala perilaku yang nampak dan tidak nampak oleh anak-anak ikut dihayati secara tidak sadar. Dua hal pengaruh dari meniru yaitu, pengaruh positif dan negatif pada pengembangan diri. Meniru bisa berpengaruh positif apabila dilakukan dengan berpatokan pada norma-norma Kristiani dan pengaruh negatif terjadi bila tindakan tersebut dilakukan dengan tidak berpedoman pada norma tersebut.
                 Trend tattoo menjadi fenomena yang semakin nampak saat ini. Tampilnya artis-artis atau tokoh-tokoh penting di media televisi dan internet, dengan  gambar tattoo pada tubuh mereka, secara tidak langsung ini menjadi suatu pemicu bagi yang mengidolakan mereka, untuk menirunya tidak terkecuali pemuda Kristen.
                 Niru-isme menjadi berkembang dikalangan pemuda Kristen, karena mereka hidup dan bergaul dalam budaya dimana tattoo berada, walaupun norma-norma Kristiani diajarkan tapi apabila mereka tetap menjadi satu dengan budaya tersebut maka mereka akan cenderung terhisap masuk kedalamnya. Niru-isme ini dapat telihat dengan jelas saat bangsa Israel dipimpin oleh Musa ke luar dari Mesir, ketika Musa menghadap Allah di gunung Sinai untuk menerima sepuluh hukum Allah. Dalam hukum itu Allah memberikan norma-norma yang harus dilakukan bangsa Israel, agar tetap berada dalam ikatan perjanjian dengan Allah.
                 Setelah bangsa Israel menunggu lama Musa turun dari gunung Sinai dan tidak ada tanda-tanda kedatangannya, mereka merasa Musa sudah mati. Dengan anggapan tersebut, mereka perlu pengganti Musa sebagai pengantara mereka dengan Allah. Atas dasar kebutuhan akan seorang pemimpin dan pengantara, akhirnya bangsa Israel mendesak Harun untuk membuat patung lembu emas sebagai pengantara mereka kepada Allah (Keluaran 32:1-35).
                 Yang menjadi jawaban mengapa bangsa Israel tidak memilih Harun sebagai pengganti Musa untuk menjadi pengantara mereka kepada Allah ialah niru-isme. Setelah sekian lama bangsa Israel hidup di Mesir ternyata budaya Mesir sudah begitu kuat mengikat mereka. Sehingga saat mereka kehilangan sosok pemimpin yang dapat mengingatkan mereka pada kehendak Allah hilang, maka yang timbul adalah pola pikir budaya mesir. Ensiklopedi Alkitab masa kini mencatat, di Mesir anak lembu jantan diyakini sebagai tunggangan dewa Horus (dewa kesuburan). Bangsa Mesir melakukan ritual penyembahan di depan patung lembu emas untuk menghormati dewa Horus. Ternyata apa yang dilihat bangsa Israel di Mesir itu yang mereka tiru. Niru-isme ini juga kembali dilakukan bangsa Israel pada zaman Yerobeam memerintah Israel Utara. Mereka memakai patung sebagai ganti Allah, 1 Raja-raja 12:28, Sesudah menimbang-nimbang, maka raja membuat dua anak lembu jantan dari emas dan ia berkata kepada mereka: “Sudah cukup lamanya kamu pergi ke Yerusalem. Hai Israel, lihatlah sekarang allah-allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir.”

KESIMPULAN
Fenomena tattoo dikalangan pemuda kristen, bukan sekedar seni menggambar di tubuh biasa. tattoo yang dilakukan pemuda kristen sebuah bentuk apresiasi masalah kepribadian yang mengandung krisis gambar diri, krisis moral dan niru-isme.
            pemuda Kristen dari sudut pandang Pendidikan Agana Kristen (PAK), taidak dibenarkan merajah tubuhnya dengan tattoo. tubuh adalah bait Allah yang hidup, yang telah dibayar lunas oleh penebusan Kristus di kayu salib. tattoo adalah sebuah bentuk tipuan iblis yang hendak merusak keberadaan pemuda Kristen dalam menjalankan fungsinya sebagai bait Allah yang hidup. tatto digunakan iblis untuk menandai pemuda Kristen sebagai milik kepunyaannya. manusia diciptakan menurut gambaranNya, iblis tidak senang melihat gambar Allah dalam diri manusia. iblis tahu bahwa waktunya tidak akan lama lagi, dan ia akan berada dibawah penghukuman kekal api neraka, sebab itu ia hendak membawa manusia turut serta bersamanya.

DAFTAR PUSTAKA

Boehlke, Robert R. 2005. Sejarah Perkembangan Pikiran Dan Praktek Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Enklaar, I H: Homrighausen, E. G. 2005. Pendidikan Agama Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Cully, Iris V. Dinamika Pendidikan Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Abineno, J. L. CH. 2003. Manusia Dan Sesamanya Di Dalam Dunia. Jakarta: BPK Gunung Mulia.
Wright, Christopher. 1995. Hidup Sebagai Umat Allah Etika Perjanjian
Sudduth, William. 2009. Ada Apa Dibalik Tinta. Jakarta: Yayasan Kasih Anugerah.
Charisma. 2009. Tattoo And Piercing. Febuari-Maret. Hlm.14-15.
Budihusodo, Unggul. 2009. Awas Tato Dan Tindik Tularkan Hepatitis. http://kesehatan.kompas.com/read/xml. (1 Mei 2009).
Selengkapnya....

Minggu, 16 Mei 2010

coba aje deh...

 
Posted by Picasa
Selengkapnya....

Selasa, 30 Maret 2010

HARI SABAT Keluaran 20:8-11>< Ulangan 5:12-15

Arti dari hari SABAT
SABAT (Ibrani שבת - "SYABAT", bermakna, 'berhenti', 'melepaskan') Ada yang mengartikan bahwa SABAT adalah SABTU atau hari yang ketujuh, padahal SABAT bukan berarti SABTU meskipun SABTU merupakan hari SABAT. Demikian pula Musa adalah nabi Allah, sedangkan nabi Allah bukan hanya Musa saja.
Berdasarkan etimologi, kata benda sabat dari akar kata Ibrani syin-bet-tau berasal dari kata kerja dengan akar kata yang sama yang mengandung arti berhenti dari sesuatu seperti contoh ayat-ayat di atas, dapat pula ditelaah dari Yosua 5:12, "berhentilah manna itu", Nehemia 6:3, "Untuk apa pekerjaan ini terhenti", Ayub 32:1, "ketiga orang itu menghentikan sanggahan mereka", Yesaya 24:8, "Kegirangan suara rebana sudah berhenti", dan lain-lain.
Penyelidik ahli yang lain menghubungkannya dengan kata SYEBA' (tujuh) karena ritme tujuh hari yang keras dari pada sabat itu. Di samping itu terdapatlah kesamaan yang menonjol sekali antara sabat dengan kata bahasa Akad syapattu (hari ketujuh yang kedua). Dalam kenyataannya juga terbukti dari tanggalan Mesopotamia, bahwa dalam batas-batas tertentu periode tujuh hari itu juga dikenal di Mesopotamia. Berlawanan dengan sabat di dalam Alkitab, hari-hari tersebut tidak menjadi hari istirahat yang mengandung sifat pesta, melainkan merupakan hari-hari sial (dies nefasti). Barangkali hari sabat pada zaman pengembangan Israel dijatuhkan pada hari yang sama dalam tahap bulan (bandingkan paralelisme sabat dengan perayaan bulan baru di dalam 2 Raja-raja 4:23; Yesaya 1:13; Yehezkiel 46:1, dan lain-lain), tetapi dalam peralihan menuju bentuk hidup agraris tidak digantungkan lagi padanya (menurut Keluaran 23:12 sebelum zaman para raja)
Hari Sabat (Sabbath) adalah perkara yang sangat penting di mata YAHWEH, Elohim Pencipta seluruh alam semesta, itu nampak dari kata “INGATLAH.” Kata peringatan “INGATLAH” ini tidak terdapat di seluruh Sepuluh Perintah Elohim kecuali hanya pada perintah yang ketiga dari Sepuluh Perintah-Nya tersebut.

Hari Sabat Orang Yahudi
Allah berfirman, "Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat." Ini bukanlah yang pertama kali perintah ini diberikan kepada umat Israel, karena Allah mengatakan "ingatlah." Sejak awal mula penciptaan, Allah sudah memberikan perintah ini kepada manusia. Kitab Kejadian menjelaskan kepada kita bahwa Allah menciptakan dunia dalam enam hari dan pada hari yang ke tujuh Allah berhenti. Inti kata Sabat berarti "Beristirahat setelah bekerja keras." Orang-orang lupa untuk memelihara perintah Allah yang sebenarnya. Karena itu Allah memperingatkan mereka bahwa mereka hendaklah mengambil satu hari dari tujuh hari yang ada sebagai hari yang kudus untuk beristirahat dan beribadah. Hari Sabat orang Yahudi berbeda. Hari itu merupakan karunia dari Allah dan menjadi hari yang dihormati. Allah memberikan perintah ini karena Dia sudah menunjukkan contoh dan bekerja enam hari dalam menciptakan dunia kemudian Dia berhenti pada hari yang ketujuh.
Selanjutnya hukum ini mengatakan, "enam hari lamanya Engkau akan bekerja..." Ada yang lebih dalam mengenai perintah ini daripada hanya sekedar perhatian satu hari untuk beristirahat. Hukum ini juga merupakan suatu perintah untuk bekerja keras dan menentang kemalasan. Perintah keempat adalah suatu perintah untuk bekerja keras selama enam hari dengan rajin, juga untuk beristirahat satu hari agar dapat memberikan penghormatan kepada Allah. Seseorang yang membuang waktu pada satu dari enam hari yang tersedia sama bersalahnya di hadapan Allah seperti orang yang bekerja di hari Sabat. Merupakan hal yang berbahaya jika mengabaikan hari yang kudus ini. Hari tersebut adalah milik Allah. Dalam kehidupan Kekristenan tidak ada tempat bagi penidur atau pemalas. Ini adalah suatu perintah yang menentang kemalasan. Jelas bahwa satu hari dari tujuh hari yang ada harus menjadi hari yang kudus. Kita harus menjaganya tetap kudus dengan menghindarkannya dari segala kerja dan usaha manusia. Kita musti menguduskan satu hari dalam seminggu untuk beristirahat dalam hadirat Allah.
Alkitab mengatakan bahwa setiap orang harus bekerja. Jika seseorang tidak dapat bekerja untuk mendapatkan upah, maka dia harus bekerja tanpa upah. Kita selalu bisa bekerja. Seorang pengangguran janganlah tinggal tanpa melakukan pekerjaan. Dalam Amsal 14:23 kita membaca, "Dalam tiap jerih payah ada keuntungan, tetapi kata-kata belaka mendatangkan kekurangan saja." Ini adalah janji dari Allah sendiri. Allah mengatakan jika seseorang bekerja keras di rumah atau tetangga sekitarnya, meskipun dia tidak mempunyai penghasilan yang tetap, akan ada keuntungan karena kerja kerasnya, yaitu keuntungan moral dan secara keuangan. Tuhan Yesus mengatakan, "Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." Matius 6:33. Allah mengatakan bahwa jika kita mencari kerajaan Allah dan kebenarannya dan memberi diri kita untuk bekerja keras dalam ketaatan kepada perintah Allah, maka Dia akan mengatur hidup kita dan menyediakan kebutuhan- kebutuhan kita. Rasul Paulus mengatakan, "Apapun yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia. Kamu tahu bahwa dari Tuhanlah kamu akan menerima bagian yang ditentukan bagimu sebagai upah. Kristus adalah tuan dan kamu hamba- Nya." Kolose 3:23-24.
Bangsa Yahudi membuat hari Sabat menjadi hari yang penuh dengan "janganlah kamu melakukan ini dan itu." Mereka membatasi hari itu dengan banyak peraturan sehingga menjadi sebuah beban untuk menjaga hari itu sebagai hari yang kudus.
Hari sabat untuk masa kini?
Kebiasaan orang Yahudi pada hari Sabat, yaitu hari Sabtu, adalah berkumpul bersama, berhenti bekerja, dan menyembah Allah. Dari kesepuluh perintah Allah yang tercantum dalam Keluaran 20:1-17, hanya sembilan yang kembali ditegaskan (diwajibkan) dalam Perjanjian Baru. (Enam dalam Matius 19:18, mengenai: pembunuhan, perzinahan, mencuri, menghormati orang tua, menyembah Allah; Roma 13:9, mengenai: iri hati. Menyembah Allah secara benar telah mencakup ketiga perintah pertama dari 10 perintah Allah). Satu-satunya yang tidak ditegaskan kembali adalah yang mengenai hari Sabat. Melainkan, Yesus mengatakan bahwa Ia adalah Tuhan atas hari Sabat (Matius 12:8).
Dalam penciptaan alam semesta, Allah berhenti pada hari yang ke-7. Tetapi, karena Allah Maha Kuasa, Ia tidak menjadi cape karena penciptaan itu. Ia tidak butuh istirahat. Jadi, mengapa Alkitab mengatakan bahwa Ia beristirahat? Alasannya sederhana: Markus 2:27 mengatakan,"Lalu kata Yesus kepada mereka: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat," Dengan kata lain, Allah menetapkan hari Sabat sebagai hari istirahat bagi umat-Nya, bukan karena Ia butuh istirahat, tetapi sebab kita ini fana dan butuh waktu untuk beristirahat, dan memfokuskan diri pada Allah. Dengan demikian, baik tubuh maupun jiwa kita akan diperbaharui kembali.
Sistem hukum Perjanjian Lama menuntut pengkudusan hari Sabat sebagai bagian dari keseluruhan sistem moral, legal, dan korban yang dengannya orang-orang Yahudi berusaha memenuhi tuntutan Allah mengenai tingkah laku (sikap), pemerintahan, dan pengampunan dosa. Dalam pengertian ini, hari Sabat adalah bagian dari Hukum Taurat. Supaya dapat "tetap" berada dalam kondisi yang diperkenankan oleh Allah, anda harus juga mengkuduskan hari Sabat. Jika tidak, orang tersebut berdosa dan akan dihukum. (Yehezkiel 18:4; Roma 6:23: Ulangan 13:1-9; Bilangan 35:31; Imamat 20:2, dll.)
Tetapi melalui penebusan Yesus, dan pembenaran karena iman (Roma 5:1), kita tidak lagi dituntut untuk mengkuduskan hari Sabat karena Sabat adalah bayang-bayang dari apa yang akan datang (Kolose 2:16-17). Kita tidak lagi terikat di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah anugerah (Roma 6:14-15). Hari Sabat telah terpenuhi dalam Yesus karena di dalam Dia kita telah memperoleh tempat peristirahatan (Matius 11:28). Kita tidak lagi berada dalam kewajiban mematuhi Hukum Taurat yang berarti juga tidak lagi wajib beristirahat pada hari Sabat.
Kristus melakukan semua apa yang dapat la lakukan untuk mengembalikan hari Sabat kepada bangsa Israel sebagaimana yang telah diberikan kepada mereka. Semua itu dimaksudkan untuk menjadi berkat bukan untuk menjadi beban. Kristus berusaha menyatakan bahwa maksud sebenarnya daripada hari Sabat ialah berbuat baik, menyembuhkan orang sakit, dan melakukan perbuatan-perbuatan belas kasihan.
Buku Ibrani menyebutkan hari Sabat hari ketujuh. "Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaanNya." Ibrani 4:4. "Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentianNya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaanNya." Ibrani 4:10. Allah memanggil umatNya ke dalam suatu perhentian rohani, suatu perhentian dari pekerjaan mereka sendiri dan berhenti dari dosa. Pemeliharaan hari Sabat adalah suatu lambang dari perhentian ini. Allah menuntut kesucian hidup. Untuk ini hari Sabat adalah suatu tanda. Janganlah kita menolak tanda itu, apalagi menolak untuk mana tanda itu berdiri
. Selengkapnya....

SEJARAH TEOLOGIA

MAKALA SEJARAH TEOLOGI

1.1. GEREJA LAMA
Pada zaman Gereja Lama orang-orang Yunani dan Romawi yang telah masuk kristen mempergunakan pengetahuan dan filsafat untuk membela iman kristen, banyak pandangan teologi yang muncul dilatar belakangi oleh filsafat. Teologi zaman ini sering timbul dari jemaat Lokal dan mendapatkan rumusan dalam putusan konsili-konsili besar.
Menurut pandangan Yunani Allah bersemayam jauh diatas dunia ini ditempat yang tidak terhampiri. Sejak timbulnya kaum apologet maka pandangan mereka menjadi ajaran umun dari gereja Mereka berusaha menyesuaikan injil dengan semangat zaman. Oleh golongan apologet manusia hanya dapat berhubungan dengan Allah oleh pertolongan roh-roh yang menjadi pengantara antara sorga dengan bumi. Roh pengantara yang terutama ialah Firman atau Logos. Logos adalah suatu yang bukan Allah dan bukan pula dari dunia, melainkan suatu jabatan antara roh dan zat benda, bahkan dengan logos itu Allah menciptakan dunia ini. Sekarang orang apologet mulai menyamakn logos, filsafat Yunani itu dengan Logos (Firman Allah) yang disebut dalan Yoh 1:1 dst.
Ajaran teologi apologet tentang kebebasan dunia adalah sbb:
Allah menciptakan Logos didalam rangkaian waktu, sebagai suatu roh yang berpribadi, dan dengan Logos itu Allah menciptakan segala sesuatu yang ada. Manusia telah digodai setan sehingga jatuh kedalam dosa. Sebab itu Logos sendiri turun kebumi dengan menjelma dalam tubuh manusia yaitu Yesus. Dan Yesus membuka mata manusia terhadap segala tipu daya setan sambil memberitakan Allah yang benar dan dunia dan hari kiamat yang akan datang. Dan manusia dengan kehendak bebas dapat meluputkan diri dari genggaman setan dengan pertolongan pengajaran dan teladan Kristus. Jadi dalam hal ini Kristus bukan lagi penebus dan juruslamat melainkan guru dan teladan saja. Peristiwa kasih karunia kurang dipahami karena teloginya sangat dipengaruhi oleh filsafat kafir yang moralistis dan rasionalisme.

Kemudian bangkitlah seorang ahli teologi Irenus + th178, yang kembali pada ajaran teologi tentang ajaran Alkitab Penebusan Yesus Kristus.
Ajaran teologinya sebagai garis besar adalah :
Manusia diciptakan untuk hidup yang kekal tetapi oleh jatuhnya manusia kedalam dosa maka manusia itu binasa dan untuk melapaskan manusia itu Allah mengutus AnakNya yaitu Logos yang masuk kedalam daging manusia. Dengan demikian Kristus itu menghubungkan tabiat manusia dengan kuasa Allah yang kekal. Sebagai Adam kedua Kristus menggenapi tuntutan Allah yang dilalaikan oleh Adan pertama. Dan dalam kebangkitanNya Kristus memberi Jaminan hidup yang kekal kepada setiap orang percaya. Dan sekarang Rohkudus memberikan hidup yang kekal itu kepada senua orang yag percaya didalam babtisan dan perjamuan kudus..
Jadi pokok utama Teologi Irenus adalah. Mempersatukan didalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang disorga, maupun yang dibumi (Ef 1:10)

Kemudian Tertullianus (+195 dan 200) yang memiliki teologi yang serupa dengan apologet yang menjadi dasar teologi barat. Istilah yang terkenal pada masa itu misalnya : Dosa turunan, tebusan dosa, jasa dan lagi rumusan seperti: Allah berzat satu tetapi berpribadi tiga dan Kristus adalah satu pribadi dengan dua tabiat.
Sebagai seorang apologet Tertullianus mengajar bahwa Logos adalah zat Ilahi yang lebih rendah daripada Allah padahal ia juga berpendapat Logos juga adalah Allah sesuai dengan awal InjilYohanes.

Origenes (185-254), Ajaran Origenes adalah : Asal dan tujuan segala sesuatu yang hidup adalah Allah, Bapa abadi, yang dari kekal melahirkan segala seuatu yang ada. Yang pertama dilahirkan ialah Loos, yang ilahi tetapi lebih rendah dari pada Allah. Logos atau Anak melahirkan Roh Kudus. Dari Roh itu berpancar segala roh atau jiwa yang lebih rendah, yang juga bertabiat ilahi, tetapi berkehendak bebas. Kehendak bebas itu salah dipakai manusia sehingga mereka jatuh dalam hukuman yang dikurung dalam satu badan jasmani. Logos mau meluputkan dunia sehingga ia menghubungkan dengan yang jatuh itu Ia menjelma di bumi ini dalam tokoh manusia yaitu Yesus. Yesus membawa kelepasan bagi semua manusia. Orang sederhana hanya perlu percaya kepada Penebus tetapi orang berpengetahuan harus memperlihatkan pengajaranNya yang mulia dan meniru teladanNya dengan mengusahakan kebajikan sehingga lama kelamaan jiwa manusia dipersatukan dengan Logos. Siapa yang belum belajar mengikuti Logos selama didalam dunia ini masuk kedalam neraka sebagai suatu tempat penyucian sementara karena segala mahluk bertabiat ilahi sehingga tak dapat binasa untuk selamanya. Akhirnya segala sesuatu akan pulang kepada Allah. Setan-setanpun tidak terkecuali. Inilah ajaran “kebangkitan segala yang ada”, sehingga akhirnya semua dipulihkan menjadi seperti semula. Kejatuhan dan kebebasan akan terus menerus berulang-ulang sampai selama-lamanya.
Theologi ini Adalah campuran Filsafat Plato dengan Alkitab. Ajaran Plato yang lama dipengaruhi oleh Plotinus + th 250 dan disebut Neo-Platonisme.

Ajaran Origenes tentang Logos sebagai zat yang setengah Allah atau Allah kedua merajalela dalam gereja lama. Namun pada abad ke-IV gereja mulai menyingkirkan roh origenes ini. Pada thn 318 timbul perselisihan di Alexandria antara Arius dengan uskupnya Alexander.
Arius tidak mau meyebut Yesus sebagai setengah Allah, tetapi Ia adalah mahlukTuhan yang sulung yang tertinggi derajatnya, bukan dari kekal tetapi diciptakan seperti manusia diciptakan. Logos itu telah datang kedalam dunia sebagai Pengajar dan Teladan, dengan rela taat sepenuhnya kepada Allah. Alexander tidak menerima pandangan ini, karena apabila ini benar berarti Injil ditiadakan. Alexander juga tidak merasa puas dengan pernyataan orgines bahwa Logos adalah setengah Allah tetapi keseimpulannya Logos sendiri adalah Allah dari kekal. Yang dapat membebaskan dunia sesudah Ia menjadi manusia.

Perselisihan ini mendapat perhatian dari Constantinus Kaisar Roma untuk mendamaikan kedua pihak dengan menadakan konsili. Konsili Oikumenis bersidang di Nicea thn 325 dengan 250-300 uskup dan kaisar sendiri sebagai ketua. Pendapat Arius tidak diterima dan dia sendiri dipecat. Konsili menyetujui bahwa Logos atau anak “homo-usios –sezat atau sehakekat- dengan Bapa. Menurut Constantinus rumus ini hanya menyatakan bahwa Logos berhubungan rapat dengan Allah Bapa supaya semua dapat menafsirkan sesuai dengan pikiran masing-masing supaya ketentraman dan pestuan didalam gereja dan negara terjamin. Ini hanya suatu kompromi saja. Pada hakekatnya perselisihan ini terus berlangsung.
Pertikaian teologi in baru berakhir sesudah Theodosius Agung jadi kaisar th 379. Konsili Oikumenis II diadakan di Konstatntinopel th 381 yang memutuskan bahwa Anak itu homo-usios dengan Bapa. Keputusan Nicea ditetapkan dengan pengertian yang jelas. Konsili Konstantinopel mengakui juga Roh Kudus sezat dengan bapa menurut ajaran Antanasius.
Konsili III di Efesus th 431 Cyrillus menang atas ajaran Nestorius (golongan Anthokia) yang mengajarkan Yesus seakan-akan menjadi sebuah rumah kudus bagi Logos Allah dimana mereka menitik beratkan kemanusiaan Kristus dan penceraian kedua tabiatNya. Diri Kristus seolah-olah dabagi dalam dua oknum yaitu ilahi dan insani. Dengan itu Allah tidak menjadi manusia sungguh-sungguh.
Sedangkan Cyrillus (golongan Alexandria) mengajarkan keesaan dari kedua tabiat Kristus sambil menitik beratkan tabiat ilahi. Akibatnya kemanusiaan Kristus kurang diperhatikan. Dimana Anak Allah menyelubungi dirinya dengan tabiat manusia, sehingga tabiat manusia yang tak berpribadi hilang lenyap.
Sebelum Konsili ke-IV diadakan tahun 451 mulai thn 448 perselisihan mulai terjadi lagi saat Eutyches mengajarkan bahawa sebenarnya Kristus hanya bertabiat satu, yaitu keIlahian karena kemansuiaanya hanya menyerupai. (Monophysit – satu tabiat). Dioscurus membantu Eutyches tetapi tidak disetujui oleh uskup Roma Leo I. Konsili ke-IV akhirnya dilangsungkan thn 451 di Chalcedon yang dihadiri oleh uskup 600 orang. Yang menghasilkan keputusan kompromi :
Kristus bukan bertabiat satu (Alexandria) dan bukan betabiat dua (Anthokia) melainkan Ia bertabiat dua dalan satu oknum, Kedua tabiat itu tidak bercampur dan tidak berubah dan tidak terbagi dan terpisah.


1.2. ABAD PERTENGAHAN

Pada zaman abad pertengahan ini pengajaran-pengajaran yang timbul dari bangsa-bangsa muda di Eropa Barat dan Utara adalah warisan dari ajaran teologi gereja lama. Yang dilancutkan oleh kaum terpelajar yang berusaha menuntut ilmu pada sekolah-sekolah tinggi dan universitas yang biasanya dinamai “scholastik”
Pokok teologi ini telah ditetapkan oleh gereja karena tidak menciptakan hal-hal yang baru. Jadi hanya memikirkan kembali teologi yang diwariskan waktu dahulu. Ahli-ahli scholastik mengajarkan bahwa teologi yang ada bukan saja untuk dipercayai tetapi untuk dimengerti. Ada usaha untuk membuktikan segala sesuatu yang telah dinyatakan Allah dapat diterangkan dan dibenarkan oleh akal budi manusia.
Terutama bagaimana relasi antara penyataan Allah/wahyu Tuhan dengan akal budi manusia. Dimana dipakai teologi Agustinus dan untuk belatih berpikir menurut ilmu filsafat dipakai “Logica” karangan Aristoteles, filsafat Yunani.
Diawali oleh Anselmus (1033-109) dengan semboyan “aku percaya supaya aku mengerti” dimana ia mulai dengan percaya penyataan Tuhan dan sesudah itu berusaha untuk menjelaskan segala kepercayaannya sehingga diakui selaku kebenaran oleh otak manusia.
Dilanjutkan oleh semboyan : “lebih dulu aku harus mengerti barulah aku percaya” oleh Petrus Abelardus (1079-1142) dalam kitabnya “ya dan tidak”. Tujuannya untuk menyesuaikan segala perkara yang rupa-rupanya tak bercocokan supaya akal budi dipuaskan dan iman mendapat dasar yang teguh. Kekurangan dalam hal ini adalah akal budi menjadi kaidah yang tertinggi untuk mengukur dan menilai iman. Sehingga ia dilawan oleh Bernhard dari Clairvaux.
Pada abad ke XIII dimana kuasa gereja memuncak munculpulah zaman kejayaan bagi scholastik dimana bagaimana mereka berusaha menghubungkan teologi Agustinus dengan filsafat Aristotele supaya dapat dibuat suatu bangunan pikiran yang mulia dimana perkara dibumi dan disorga dapat diterangkan. Dominican berusaha memisahkan pandangan–pandangan Aristoteles, supaya filsafatnya boleh dipakai sebagi suatu dasar teologi gereja.
Dan Thomas dari Aquino (1225-1274) yang beruaha menyesuaikan untuk mencari keseimbangan antara unsur-unsur oleh kaum scholastik dicoba menghubungkannya yakni akal budi dengan penyataan, Alkitab dengan tradisi Aristoteles dengan Agustinus. Dengan Semboyan “Tabiat kodrati bukan ditiadakan, melainkan disempurnakan oleh rahmat”. Namun keindahan teologi ini tidak lain dari filsafat kafir maka anugrah dan kasih karunia tak dapat dihargai semestinya. Injil tidak menunjukan suatu persetujuan yang mulia antara penyataan Allah dengan akal budi manusia seperti disangka oleh Thomas.
Golongan Franciscan oleh wakilnya Joh. Duns Scotus di Oxford (1265-1308) muncul dan mengkritik teologi Thomas. Ia mengerti bahwa tak mungkin penyataan dan akal budi disesuaikan satu sama lain.
Kemudian Wiliam dari Occam (1280-1349) ahli scholastik yang bahkan melangkah lebih jauh. Dimana bukan saja akal manusia tak dapat mengerti penyataan Allah tetapi ikrar gereja pun diserang oleh akal budi dengan hebat dimana akal budi tidak dapat memasuki dunia Allah. Manusia hanya dapat menggantungkan diri pada kehendak Tuhan saja walaupun tidak dipahami. Semboyannya : Aku percaya sebab mustahil!.
Scholastik mulai berkurang dan akhirnya ditolak dan dicela oleh ahli renaissance dan humanisme. Penghabisan scholastik terpaksa mengaku bahwa penyataan Allah hanya dapat diterima oleh manusia jika ia takluk kepada Allah sendiri. Injil adalah yang bodoh bagi dunia (I Kor 1:27). Injil untuk manusia tetapi bukan secara manusia..

1.3. REFORMASI DAN POST – REFORMASI.

Kebenaran adalah tujuan Allah untuk GerejaNya. Pada permulaan abad ke-XVI kesesatan yang dialami gereja mulai di bukakan oleh Roh dan kembali kepada Firman Tuhan yang kekal. Gerakan pembaruan yang dimaksud oleh konsili-konsili pada abad sebelumnya gagal belaka karena paus-paus menentangnya. Umumnya orang merasa tidak senang akan kesesatan gereja tetapi tidak ada yang mampu mengubahnya. Dan Martin Lutherlah yang dipakai Tuhan untuk mengusahakan pembaharuan itu.
Penjualan surat penghapusan siksa itulah yang menyebabkan mulainya Reformasi. Kelak Luther mengerti dalam hal inilah jurang perbedaan dirinya dengan gereja resmi saat itu.
Diawali oleh Uskup Agung Albertcht Dri Mainz mengambil dua daerah uskup yang tidak ada uskupnya sehingga ia menerima pendapatan uang tiga kali ganda dan hal ini tidak disetujui oleh Paus Leo X. Kecuali ia membayar kepada Paus kurang dari 10.000 uang keping emas. Dan Uskup Albertcht meminjam uang itu dari Bank Fugger di Ausgberg, tetapi kemudian susah baginya untuk mengembalikan..
Oleh perundingan mereka berdua akhirnya mereka memperdagangkan surat penghapus siksa secara besar-besaran di Jerman dimana separuh dari hasilnya dipakai oleh Albretcht dan separuhnya ke Roma untuk pembangunan gereja Santa Petrus. Surat kuasa diberikan Albretcht kepada para penjual yang dikepalai Johan Tetzel dengan besar-besaran, terkenal dengan pernyataan Tetzel “kalau uang berdenting didalam peti, melompatlah jiwa itu kedalam sorga ! Dan lagi belum pernah rahmat sebesar ini d itawarkan gereja dengan harga semurah ini. Dan surat penghapus siksa itu dapat ditunjukan kepada imam pada jam kematian dimana disangka orang bolehlah mereka berbuat dosa sampai pada akhir ajalnya karena tetap ada penghapusan dosa.
Disinilah Luther menyerang kebiasaan yang buruk itu tatkala orang datang mengku dosa kepadanya dan menuntut penghapusan siksa berdasarkan surat Tetzel itu. Klerus yang lain tidak mau dan tidak berani menentang penjualan surat ini meskipun didesak oleh Luther. Oleh itu Luther memutuskan untuk mengadakan perdebatan umum tentang hal itu. Dan tanggal 31 Oktober 1517 ia memakukan sehelai kertas berisi 95 dalil dalam bahasa Latin dipintu gereja istana di Wittenberg dengan permohonan untuk memperdebatkan pandangan yang dikemukakannya dalam dalil-dalil itu. Pada keesoka harinnya 1 Nopember 1517 banyak orang yang lewat pintu itu dan membaca dalil-dalali itu karena ada pesta “segala orang kudus” dan menyebarlah berita itu keseluruh pelosok.
Dalam waktu yang singkat penjualan surat indulgensi itu kehilangan keuntungan dan menimbulkan amarah ddan kebencian Tettzel, Albrecht dari Mainz dan banyak orang lain. Berkembanglah Reformasi Luther dengan tak tertahan lagi. Disatu sisi Luther dituduh sebagai penyesat dan mulai terancam.
Berbagai usaha dari pihak paus menentang hal itu tetapi tidak berhasil bahkan Luther terus berkembang dengan reformasinya dan bahkan ia tambah maju, ia bahkan sadar dan mengerti bahwa hak dan kuasa paus sama sekali tidak berdasarkan Alkitab dan teologi bapa-bapa gereja. Lama kelamaan timbullah keyakinan pada Luther sama seperti pada sekte di abad pertengahan bahwa paus adalah Mesias palsu atau Antikrist.
Berlanjut bukan lagi tentang surat indulgensi menjadi pokok perhatian Luther tetapi kuasa paus/hak paus. Bahkan konsili pun dianggap tidak sempurna bahkan mudah tersesat. Alkitab harus dijadikan ukuran dan patokan bukan paus atau konsili, Firman Tuhan sajalah yang berkuasa atas orang beriman. Dengan demikian sluruh dasar gereja Roma menjadi goyang sama sekali. Pemerintahan Rohani yang dilakkan kaum pejabat tak sesuai dengan kehendak Allah. Oleh pertalian iman ada hubungan langsung dalam gereja antara Kristus dengan orang percaya. Kristus memimpin umatNya dengan FirmanNya saja. Segala orang percaya adalah iman.
Reformasi gereja berkembang dan Luther mendapat semakin banyak pengikut dan dukungannya semakin berpengaruh di segala kota di Jerman. Ia bahkan dihormati oleh segala golongan dan lapisan masyarakat sebagai Pahlawan bangsa yang berani menentang kuasa Itali. Luther juga sangat mementingkan pelajaran bahasa asli Alkitab dan mempelajari dengan sungguh-sungguh bahasa Latin, Yunani dan Ibrani..
Philipus Melanchon seorang kawan Luther yang baru umur 21 tahun sudah menjadi guru besar bahasa Yunani di Wittenberg (1518) atas ikhtiar Luther, dan membantu Luther dengan segenap tenaganya dan menjadi ahli dogmatik yang tebesar dari Reformasi di Jerman.
Tahun 1520 munculah perlawanan dari paus dimana 41 ucapan Luther ditolak dan diminta untuk Luther menarik semua itu kalau tidak ia akan dianggap sebagai penyesat dan dapat dikenakan hukuman gereja. Najmun Luther tetap kokoh dengan pendiriannya bahkan semakin nyata nampak bahwa Luther memutuskan hubungan dengan gereja Roma.
Berlanjut dari putusan gereja Roma yang sudah tidak diperdulikan oleh bnayak orang datang sidang kaisar ikut dalam hal ini. Dipanggil ke Worms tempat rapat negara diadakan. Tanggal 18 April 1521 dihadapan sidang negara wakil paus menuntut supa Luther menarik kembali segala pandangannya yang sesat tetapi Luther selalu menunjuk kepada Alkitab. Hanya dengan firman Tuhan saja ia mau diyakinkan apakah ajarannya baik atau salah. Dan tanggal 26 Mei 1521 Luther tetap menerima kutuk negara dimana ia boleh ditangkap dan dibunuh oleh siapa saja yang menemuinya, segala karangannya pun harus dibakar. Dan ahirnya Luther dibawa kedalam puri Wartburg yang tinggi letaknya dekat Eisenach, supaya ia aman dan tentram tersembunyi untuk sementara waktu..
Hanya satu hal yang dimaksudkan Luther: Ia mau membebaskan Injil dari belunggunya yang sudah berabad-abad lamanya merintanginya. Usaha manusia untuk memperoleh kesucian dan keselamatan dengan ketaatan pada taurat gereja ditolaknya, karena oleh iman saja manusia dibenarkan, berkat anugrah Tuhan, bukan para klerus yang berkuasa dalam gereja kristus melainkan Alkitab saja.

Pembaruan gereja oleh Luther bukan saja penting bagi kaum protestan, tetapi bagi Gereja Katolik Roma karena Luther memaksa gereja untuk sadar keadaanya dan membersihkan rumahnya sendiri. Namu lama waktunya para pemimpin Roma untuk mengerti ajaran Paulus seperti yang dikemukakan Luther. Bahkan ketika mereka mengertinya mereka bahkan berada didlam persimpangan jalan dimana apakah mereka mau bertobat pada Injil sejati atau mau berpegang teguh kepada moralisme yang telah berabad-abad dijunjungnya. Konsili Trente (1545) memilih jalan kedua yang sesat ini. Gereja menutup telinga terhadap suara panggilan Firman Tuhan meskipun semua aib, keburukan diperbaikinya, Mereka meneruskan jalan yang lama dengan berobah sikap yang lebih fanatik untuk membinasakan ajaran reformasi.
. Selengkapnya....